Setop Beli Batik Printing!
- ANTARA FOTO/Yusran Uccang
"Lalu aroma batik tulis sangat khas karena umumnya menggunakan pewarna alami," ucap Anita.
Pewarna alami itu pula yang membuat warna batik tulis tidak begitu terang, tapi agak kusam.
Sementara batik cap, menurutnya, motifnya biasanya lebih sederhana dan berulang. Ciri lainnya adalah warna kain pada bagian depan lebih pekat ketimbang bagian belakang. Aroma malamnya juga sangat khas.
Untuk batik printing, ciri khasnya adalah motif yang rapi dan simetris, bahkan terbilang sempurna. Lalu tak akan tercium aroma malam pada kainnya. Warnanya pun umumnya cerah dan menyala karena menggunakan pewarna kimia.
"Bagian belakang batik printing juga warnanya tidak tembus atau tampak polos," katanya.
![]()
Selanjutnya...
Lebih dari Selembar Kain
Layaknya kehidupan, batik bukan soal semakin banyak orang yang memakai batik atau bagaimana memenuhi permintaan pasar yang tinggi, melainkan menghargai rangkaian proses membatik yang rumit dan makna di baliknya. It’s the journey, not the destination. Proses, bukan tujuan.
Membatik merupakan bentuk pengetahuan tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya melalui proses pembelajaran. Dalam proses membatik, juga terdapat nilai-nilai sosial, di mana kesabaran dan ketelitian menjadi kunci utamanya.
Ada alasan mengapa batik dikategorikan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Karena batik lebih dari sekadar selembar kain dengan motif dan cara pembuatan tertentu. Ada makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
Batik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya di daerah-daerah penghasil batik. Sejak proses kelahiran seorang anak sampai kematiannya, batik menjadi bagian dari siklus kehidupan masyarakat pendukungnya.
Bicara batik juga bukan melulu tentang kain, motif serta cara pembuatannya. Bicara batik berarti juga bicara tentang komunitas pembatik. Mereka yang menggantungkan ekonomi dan kehidupan dengan membatik.
Memang benar Indonesia mengusulkan batik untuk masuk daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO tahun 2008 silam, sebagai upaya pemerintah untuk melindungi dan mengembangkan warisan bangsa Indonesia.
Tetapi yang menjadi tujuan utama diakuinya batik oleh UNESCO adalah bagaimana batik sebagai pengetahuan dan karya budaya ditransmisikan pada generasi-generasi yang akan datang, sehingga pengetahuan ini dapat terus lestari. (one)