Di Ambang Krisis Spanyol versus Katalunya Merdeka
- REUTERS/Susana Vera
PM Rajoy juga menegaskan bahwa pemisahan diri Katalunya bertentangan dengan konstitusi negara itu. Rajoy mengingatkan, tak diperbolehkan satu pun dari wilayah Spanyol memisahkan diri. Selain itu dalam Pasal 155 diterakan wewenang pemerintah pusat untuk mengambil alih wilayah otonom jika dianggap ada gerakan yang mengancam persatuan negara.
Hal itu yang menyebabkan pemerintah pusat bisa menggerakkan aparat untuk membubarkan aksi yang dianggap separatis seperti yang diupayakan pada hari referendum pekan lalu. Aparat juga menangkap belasan figur yang dianggap otak dan penggerak referendum. Â Pada 1 Oktober 2017 juga terjadi bentrokan dengan aparat, pemukulan di tengah massa hingga penyerbuan ke gedung-gedung yang dianggap sebagai basis kelompok yang dituding membuat rusuh.
Tekanan Eropa
Selain mendapat penolakan keras dari Madrid, krisis di Spanyol juga menjadi perhatian Uni Eropa dan negara-negara yang tergabung di dalamnya sebagaimana diberitakan The Guardian. Sementara PM Rajoy mengatakan bahwa dia tidak akan meminta pihak ketiga dari luar Spanyol untuk menjadi mediator dalam konflik ini. Rajoy meyakini bahwa pemerintahnya bisa mengembalikan kestabilan di negeri tersebut.
Jerman dan Prancis langsung bereaksi atas krisis Katalunya. Menteri Prancis untuk Eropa, Nathalie Loiseau mengatakan, Prancis tidak akan mengakui Katalunya dengan deklarasi yang dianggap tidak konstitusional.
Prancis mendesak agar pemerintah Katalunya dan Spanyol mencari jalan tengah melalui dialog untuk meredakan situasi yang memanas.
Sementara Jerman melalui Juru Bicara Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa Jerman akan menyokong persatuan Spanyol. Hal itu disampaikan dalam pembicaraan melalui telepon dengan PM Rajoy.
Uni Eropa juga langsung menyatakan sikap atas krisis yang sedang terjadi. Uni Eropa menegaskan bahwa Katalunya tidak akan bisa menjadi bagian dari komunitas tersebut jika ngotot tetap mendeklarasikan kemerdekaan.
Istimewa
Rekam jejak sejarah Katalunya menjadi hal yang tak bisa ditepiskan di tengah krisis saat ini. Diketahui bahwa bukan kali ini saja Katalunya menuntut kemerdekaan. Wilayah otonom di Spanyol tersebut memang sejak lama istimewa dan punya pengalaman sejarah dan kondisi berbeda dengan daerah-daerah di Spanyol lainnya.