Di Ambang Krisis Spanyol versus Katalunya Merdeka

Menuntut kemerdekaan Katalunya
Sumber :
  • REUTERS/Susana Vera

Katalunya berada di timur laut Spanyol dengan ibu kota Barcelona dan penduduk sekitar 7,5 juta termasuk anak-anak.  Jumlah tersebut sekitar 15 persen dari total penduduk Spanyol. Sementara soal ekonomi, Katalunya dicatat lebih kuat dibandingkan daerah lainnya dan bisa menyumbang hingga 20 persen ekonomi negara itu.

img_title Oppo Indonesia Buka Registrasi Minat Find X10, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Sementara itu, sekitar 1,6 juta orang tinggal di Barcelona yang diketahui merupakan salah satu wilayah utama bagi turis di Spanyol. Sementara dari rekam jejak sejarahnya, Katalunya memang agak berbeda termasuk memiliki budaya dan bahasa asli sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir Aljazeera,  sejak abad ke-12, Katalunya diketahui sudah ada yakni 250 tahun sebelumnya. Akhirnya bergabung dengan Spanyol pada abad ke-16. Di bawah pemerintahan militer Jenderal Francisco Franco, budaya Katalunya atau Katalan mendapatkan tekanan. Bahkan pada saat itu, simbol-simbol Katalan sempat dilarang termasuk penggunaan bahasa Katalan yang juga digunakan di Valencia dan Kepulauan Balearic. Saat itu juga dipaksakan penggunaan nama-nama Spanyol di Katalunya.

img_title Pria 61 Tahun di Spanyol Meninggal karena Cacar Monyet

Namun setelah pemerintahan Franco berakhir, Katalunya tetap menjadi bagian dari Spanyol dengan hak wilayah otonomi.

Reformasi atau Merdeka

img_title Spanyol Hajar Republik Ceko 3-1, Lamine Yamal Buka Jalan La Roja Menuju Perempat Final

Masalah kemudian muncul pada saat Spanyol dilanda krisis ekonomi pada tahun 2008. Katalunya yang merasa menjadi daerah terkaya dan penyokong ekonomi terbesar di negara itu meminta pemerintah pusatnya memberi dukungan finansial lebih besar untuk Katalunya. Ketidakpuasan membuat munculnya wacana bahwa Katalunya bisa mandiri tanpa Spanyol dengan semua sumber daya yang dimiliki.

Sementara pada tahun 2010, Mahkamah Konstitusi Spanyol menolak pengajuan Katalunya merdeka. Katalunya direkomendasikan untuk melakukan reformasi atas segala tuntutan yang diajukan.  Namun keputusan tersebut tidak memuaskan publik Katalunya.

Bertahun-tahun sejak digulirkannya wacana merdeka, selalu ada pihak-pihak yang ingin agar Katalunya lepas dari Spanyol. Apalagi dari tahun ke tahun, kebijakan pemerintah Spanyol juga dianggap tak membuat Katalunya lebih baik apabila dibandingkan dengan kontribusi Barcelona untuk negara matador tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar politik dari Universitas Madrid Carlos III, Profesor Lluis Orriols Galve menjelaskan soal kembali bergolaknya Katalunya dalam beberapa pekan terakhir ini.

Dia menilai bahwa warga Katalunya kini makin tak percaya dengan adanya reformasi oleh pemerintah yang bisa membuat wilayah tersebut lebih baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut