Jakarta di Tangan Anies-Sandi
- REUTERS/Beawiharta
Janji Moratorium Reklamasi
Masyarakat DKI Jakarta menaruh harapan terhadap Anies-Sandi. Pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai janji duet Anies-Sandi terkait dukungan moratorium reklamasi Teluk Jakarta akan menjadi sorotan.
Harus diakui, kampanye Anies-Sandi yang giat menolak reklamasi menjadi poin lebih warga Jakarta yang memilih Anies-Sandi. Persoalan ini yang harus dijawab duet yang diusung Gerindra-PKS tersebut. Apalagi, polemik kembali mencuat pasca pemerintah pusat lewat Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang mencabut moratorium reklamasi Teluk Jakarta.
Pasca dilantik hari ini oleh Presiden Jokowi, masyarakat DKI akan menanti jawaban Anies-Sandi soal polemik reklamasi.
"Masalah reklamasi akan jadi tantangan pertama Anies-Sandi. Sebab ini langsung menghadapkan pasangan pemimpin baru Jakarta dengan pemerintah yang ngotot melaksanakan reklamasi," kata Hendri kepada VIVA.co.id, Minggu, 15 Oktober 2017.
Ada kemungkinan tiga opsi yang menjadi reaksi Anies-Sandi tentang polemik reklamasi ini. Pertama, menentang pemerintah pusat langsung dan memutuskan dengan tegas menghentikan reklamasi. Kedua, bersikap abu-abu dengan menyelamatkan diri. Maksudnya menolak, tapi menyerahkan solusi ini kepada pemerintah pusat.
"Ketiga menunda polemik tentang reklamasi dan mengalihkan ke isu lainnya dengan peluncuran sejumlah program baru," tutur Hendri.
![]()
Proyek reklamasi Teluk Jakarta akan jadi ujian tantangan Anies-Sandi. Foto: ANTARA FOTO
Ada beberapa janji Anies-Sandi saat kampanye yang menjadi sorotan dan akan ditagih publik. Mulai menyediakan hunian dengan uang muka 0 rupiah hingga OK OCE yang merupakan singkatan dari One Kecamatan One Center for Entrepreneurship.
"Ini masalah kepercayaan karena Jakarta ditangan Anies-sandi. Sebenarnya masalah klasik Jakarta seperti banjir dan macet yang perlu dapat solusi," ujar pengamat perkotaan Nirwono Joga.
Baca: Sandi Tegaskan Komitmen Soal DP 0 Rupiah dan Setop Reklamasi
Sambil merealisasikan janji saat kampanye, Anies-Sandi juga mesti menghadapi setumpuk pekerjaan rumah persoalan Kota Jakarta. Menurut Nirwono, sebagai kepala daerah, Anies bisa memulai dengan hal yang kecil seperti masalah trotoar buat pejalan kaki. Bukan justru macet yang makin parah dengan menggeliatnya kendaraan sepeda motor dan mobil.