Gatot Ditolak, RI Bertindak
- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Dari penjelasan Kapuspen TNI dan Jubir Kemlu, sepertinya soal Panglima TNI gagal berangkat karena visa menjadi tak beralasan. Sayangnya, Dirjen Uni Eropa dan Amerika Mohammad Anshor juga tak merincikan, apa masalah internal di birokrasi AS seperti yang ia sebutkan di atas.
Kemlu Tetap Tunggu Penjelasan
Kasus penolakan masuk AS yang dialami Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak dianggap sepele oleh pemerintah RI. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sigap bertindak. Beberapa jam setelah laporan diterima, KBRI Washington DC mengirimkan nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri AS, memprotes dan mempertanyakan alasan penolakan Gatot. Di Jakarta, Kementerian Luar Negeri juga mengirimkan nota diplomatik kepada Kedubes AS di Jakarta, perihal yang sama.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga segera menelepon Dubes AS untuk Indonesia Joseph Donovan dan meminta perwakilan AS itu untuk bertemu di kantor Kemlu di Pejambon, Jakarta Pusat. Saat itu Joseph Donovan meminta maaf. Tapi Joseph sedang tak berada di Jakarta. Ia mengirim Wakil Kedubes AS Erin Elizabeth Mckee untuk bertemu dengan Retno Marsudi, Senin, 23 Oktober 2017.
Tapi saat pertemuan, Erin hanya menyatakan penyesalan dan permintaan maaf pada Retno. Erin juga mengatakan, semua pelarangan sudah dicabut, dan Gatot bisa berangkat ke AS. Tapi Menlu Retno bersikukuh. Penyesalan dan permintaan maaf tak cukup, AS harus memberikan penjelasan dengan detail, mengapa Jenderal Gatot Nurmantyo dilarang memasuki negara tersebut.
“Sudah tidak ada lagi restriksi atau larangan apa pun kepada Jenderal Gatot untuk berkunjung ke AS. Tetapi saya sampaikan bahwa itu saja tidak cukup. Kami tetap perlukan penjelasan kenapa peristiwa itu sampai terjadi," kata Retno usai pertemuan dengan Wakil Dubes AS Erin Elizabeth Mckee di Gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Senin, 23 Oktober 2017.
Langkah Retno yang sigap dan tetap menunggu penjelasan dari pemerintah AS meskipun sudah ada permintaan maaf layak diapresiasi. Sebab, meski sudah meminta maaf, tak ada penjelasan resmi mengapa pemerintah AS melarang Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk masuk ke negara tersebut. Padahal Gatot datang karena diundang, dan dia datang atas nama pemerintah RI.