Selisih Suara Sidang Paripurna Jakarta
- ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi punya pendapat lain. Dia menilai, sidang paripurna istimewa usai pelantikan Anies-Sandi tak perlu dilakukan. Bahkan, dia mempertanyakan ada hal mendesak apakah sehingga sidang mesti dilakukan. "Urgensinya apa? Kalau hanya kulonuwun (permisi) ketemu saya saja, sudah selesai," kata Prasetyo kepada wartawan, Senin, 23 Oktober 2017.
Berbeda pada era Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, pada 2012. Ketika itu, menurut politikus PDIP ini, DPRD DKI menggelar paripurna sesudah Jokowi-Ahok dilantik karena pelantikan keduanya dilakukan di DPRD, bukan seperti Anies-Sandi yang dilantik di Istana Negara.
Agenda mendengarkan pidato Anies di sidang paripurna istimewa dinilai tidak wajib dilakukan. Kegiatan tersebut bisa saja terlaksana dengan mengikuti jadwal yang sudah ada tanpa perlu secara khusus disiapkan.
Dia menyarankan, Anies-Sandi lebih baik langsung bekerja merealisasikan janjinya dibanding menunggu paripurna. Apalagi, agenda paripurna istimewa tidak dilaksanakan pada masa gubernur sebelumnya. "Pada saat Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) dilantik Presiden ada paripurna istimewa? Djarot dilantik presiden, ada paripurna istimewa?” katanya.
Masalah Komunikasi
Meski sidang paripurna istimewa tak kunjung diagendakan, Sandi tetap menunggu. Dia berharap DPRD DKI Jakarta mengutamakan agenda rapat paripurna istimewa. Mengingat dalam rapat tersebut, pihaknya akan menyampaikan pidato politik serta visi dan misinya.
Sandi menginginkan adanya paripurna lantaran dapat dijadikan wadah silaturahmi, agar hubungan antara eksekutif dan legislatif dapat berjalan harmonis selama lima tahun ke depan. Dia juga telah menghubungi Prasetyo secara personal. Saat ini, Sandi masih menunggu jawaban dan kesediaan Prasetyo meluangkan waktu untuk bertemu dengannya.
Sandi sadar dia merupakan pejabat baru. Sementara Prasetyo lebih dahulu berkecimpung di DPRD DKI. “Kami tidak ingin berpolemik begitu Pak Pras sediakan waktu, kami datang. Tidak perlu Paripurna dan lain-lain, namanya juga silaturahmi," ujarnya, Selasa, 24 Oktober 2017.
Namun agenda sidang paripurna istimewa, menurut Anies, mesti dituntaskan dulu. Sebab, dengan adanya sidang paripurna itu, penjabaran program yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah hingga lima tahun ke depan dapat dipahami anggota dan pimpinan Dewan. Anies berjanji, setelah sidang paripurna dilewati seluruh janji dan program kampanye akan terealisasi.