Lembar Baru Mobil China
- VIVA/Jeffry Yanto
‘Serangan’ kedua
Mobil merek China bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Sekitar delapan tahun lalu, beberapa produsen mobil asal China mencoba peruntungan di Tanah Air.
Ada dua merek yang cukup terkenal, Chery dan Geely. Keduanya menyasar segmen yang kala itu persaingannya tidak terlalu ketat, yakni mobil perkotaan atau city car dan sedan.
Malang, keduanya harus menelan pil pahit. Stigma akan produk China yang kualitasnya diragukan serta kurangnya penetrasi pasar membuat dua merek tersebut harus mengaku kalah dari para pemain asal Jepang.
Hal seperti ini sebelumnya juga pernah dialami oleh pabrikan Jepang di Indonesia. Usai 1945, kebanyakan pembeli mobil di Tanah Air memilih merek Amerika atau Eropa.
Hal itu tertuang dalam buku “Sejarah Mobil dan Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini” karya pengamat otomotif James Luhulima. Dalam buku tersebut, ia menceritakan bagaimana dulu mobil Jepang mendapat citra yang buruk.
“Mereka menyebut bodi mobil Jepang yang tipis itu terbuat dari blek atau kaleng kerupuk yang menggunakan seng sebagai bahan dasar,” kata James dalam bukunya.
Namun pelan-pelan, pabrikan mobil Jepang mulai dipercaya. Bahkan, saat ini pasar mobil dan motor nasional dikuasai merek dari Negeri Matahari Terbit itu.
Hal itu pula yang tampaknya membuat produsen mobil merek China berani datang ke Indonesia. Tahun ini, dua merek baru hadir untuk meramaikan pasar kendaraan roda empat.
Kedatangan Wuling dan Sokon dari China diiringi dengan investasi yang total nilainya lebih dari Rp10 triliun. Wuling membawa Rp9 triliun, sisanya berasal dari Sokon.
Kedua merek mobil tenar di China ini langsung mendirikan pabrik berskala besar. Wuling menempati lokasi di Cikarang, Jawa Barat. Sementara, Sokon memilih area di Serang, Banten.
Baik Wuling maupun Sokon juga mengincar pasar yang sedang jadi tren di Indonesia. Produk perdana Wuling adalah Confero S, mobil keluarga dengan kapasitas tujuh penumpang.
Sokon awalnya juga membuat mobil keluarga, namun tiba-tiba rencana peluncurannya dibatalkan. Mobil tersebut digantikan oleh model lain yang masuk dalam segmen sport utility vehicle atau SUV, DFSK Glory 580.