Lembar Baru Mobil China
- VIVA/Jeffry Yanto
"Dari awal sudah produksi MPV di sini. Tapi kelihatannya, dari hitung-hitungan pasarnya kami tahan dulu,” ungkap Chief Executive Officer PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus.
‘Amunisi’ lengkap
Kehadiran Sokon disambut baik oleh Wuling Motors Indonesia. Hal ini seperti disampaikan oleh Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani.
"Melihat banyaknya produk baru, terus ada juga merek baru seperti kami ya intinya bagus buat konsumen di Indonesia. Konsumen jadi punya banyak pilihan di berbagai jenis dan kelas mobil," kata Dian saat dihubungi VIVA.
Untuk bisa dipercaya oleh konsumen, Wuling dan Sokon sama-sama tahu bahwa menjual produk yang bagus tidaklah cukup. Mereka perlu memperkokoh sisi purna jual.
Menurut hasil riset VIVA, saat ini Sokon telah memiliki 30 diler dan Wuling 45 diler. Keduanya juga ingin agar bisa membangun hingga ratusan diler dalam waktu beberapa tahun ke depan.
Wuling mengaku bahwa tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Apalagi, Indonesia punya catatan buruk soal mobil merek China.
“Wuling menargetkan, 2-3 tahun bisa dipercaya sepenuhnya oleh konsumen di Indonesia,” ujar Vice President of Vehicle Sales, Service and Marketing Wuling Motors, Cindy Cai.
Harga menjadi faktor penentu berikutnya. Masuk segmen MPV kelas rendah, Confero dijual lebih murah dari kompetitornya, yakni mulai Rp128 jutaan.
DFSK Glory 580 juga digadang-gadang bakal lebih murah Rp100 jutaan dari Honda CR-V versi baru. Namun, fiturnya tidak kalah canggih.
Soal pengembangan ke depan, Sokon tampaknya sudah berpikir matang. Mereka mengaku siap memproduksi mobil listrik di Indonesia dan memasarkannya secara global.
"Saya juga baru pulang dari Santa Clara, AS. Ada 150 insinyur kami yang meneliti perkembangan mobil listrik. Kerja sama dengan salah satu pendiri Tesla, Martin Eberhard," ujar Alexander.
Saat awal peluncuran, Wuling sempat semringah. Penjualan Confero berhasil mengalahkan pendatang baru, Mitsubishi Xpander.
Meski kemudian keadaan berbalik, namun ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia mulai mempercayai produk otomotif asal China.
Hanya saja, perlu waktu lebih lama untuk mengetahui apakah Wuling dan Sokon bisa menjaga kepercayaan yang diberikan oleh konsumen mereka. (one)