Mengawal Perayaan Natal dan Tahun Baru
- REUTERS
Pantauan VIVA, Rabu 13 Desember 2017, Ketua KPPU Syarkawi Rauf di Tangerang mengatakan, pemantauan dan pemetaan jalur distribusi dan produksi bahan pangan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk pemetaan pelaku usahanya dan pola-pola perilakunya.Â
Ke 11 pangan pokok yang diawasi perdagangannya adalah daging sapi, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, beras, minyak goreng, jagung, kedelai, dan gula.
"Kalau masalah penimbunan, sanksinya akan kita serahkan ke Kepolisian. Tetapi, kalau soal memainkan harga komoditi, maka sanksi akan kita berikan sesuai peraturan undang-undang," ungkapnya.Â
 Â
Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menambahkan, barang-barang terkait komoditas strategis yang bersentuhan dengan hilir industri seperti minyak goreng, tepung terigu, dan gula secara tidak langsung stok dalam negeri dijamin aman. Sebab, sejatinya Indonesia telah mengekspor ke negara tetangga untuk beberapa komoditas tersebut.Â
Baca juga: Natal dan Tahun Baru, Kemendag Kirim Bahan Pokok Lewat Udara
"Tepung terigu harga relatif stabil untuk 10 tahun terakhir, kemudian minyak goreng Indonesia salah satu eksportir untuk regional, persedian untuk gula rafinasi stok aman dan terjamin", jelasnya.Â
Selanjutnya, kawal arus mudik>>>
Kawal arus mudik
Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah kendaraan yang keluar dari Ibu Kota pada libur Natal dan Tahun Baru 2018, mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Puncak arus mudik, atau kendaraan yang akan keluar dari ibu kota diproyeksi terjadi pada 22 sampai 24 Desember 2107
"Diprediksi akan ada peningkatan 10 hingga 15 persen dibanding tahun lalu," kata Diirektur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, di Jakarta.
Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Tambah 17 Kereta ApiÂ
Untuk itu, Kemenhub melakukan koordinasi dengan pihak Jasa Marga dan Badan Pengelola Jalan Tol untuk melakukan pengaturan kendaraan, terutama di pintu tol.Â
Nantinya, ada penambahan pintu tol di sejumlah titik padat. Kemudian, disiapkan pula orang yang akan menjemput bola melayani pengendara yang akan bayar tol. Pembayaran tunai pun dimungkinkan di sebagian pintu tol untuk menjamin kelancaran.Â
Selain itu Kementerian Perhubungan juga mengantisipasi bahaya bencana alam yang berisiko menghambat arus mudik, seperti longsor. Bahkan, koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus dilakukan untuk membantu upaya ini.Â