Fenomena Geng Motor Tak Sekadar Kriminal
- ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Namun dalam aksi pada dini hari itu pantangan dilanggar; tiga gadis ikut, dan tertangkaplah mereka setelah semua terekam kamera pengawas (CCTV). "Malam itu anggota perempuannya ada yang ikut, (dan) mereka anggap apes," kata Komisaris Putu Kholis Aryana, Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok.
Pelanggaran atas kode etik geng motor itu dapat dimengerti kalau ditelisik peran tiga perempuan di dalamnya. Mereka, seperti keterangan polisi, bukan cuma ikut-ikutan melainkan berperan penting bagi organisasi geng motor, yaitu mencari atau merekrut anggota baru. Metode perekrutan sebagian besar melalui media sosial.
Ditumpas
Polisi sudah menyatakan dengan tegas tak segan-segan menindak geng motor yang sering berulah atau mengganggu keamanan dan ketertiban. Tidak hanya di Depok, tetapi juga di wilayah Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya dan daerah-daerah lain di Indonesia.
"Intinya, geng motor itu akan kami sikat terus. Polda Metro Jaya melalui Kapolda sudah komitmen dan menyampaikan statement-nya, kami akan tumpas geng motor itu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Muhammad Iqbal, di Jakarta pada Selasa.
Polisi menyadari bahwa pendekatan hukum dengan penindakan sebenarnya tak cukup untuk menumpas geng motor yang kerap bikin onar itu. Soalnya ditangkap satu, bisa muncul puluhan anggota baru, yang bahkan lebih militan daripada senior-seniornya.
Satu formula yang digagas polisi ialah memutus regenerasi geng motor itu dengan menindak pemimpinnya dan elite-elite perekrut. Setelah rekrutmen berhenti atau minimal tak efektif akibat tak ada pemimpin, para anggota geng motor diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat, misalnya dibina menjadi pembalap bagi yang hobi balapan.
Polisi bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk memfasilitasi remaja-remaja anggota geng motor itu.
"Lebih baik mereka hijrah; kalau memang mereka pembalap, nanti kita siapkan (fasilitas). Kami akan koordinasi dengan KONI, koordinasi dengan IMI; silakan menjadi pembalap, bukan kebut-kebutan, bahkan mereka melakukan tindak pidana, mengganggu ketertiban masyarakat umum," kata Iqbal.
"Kalau (mengganggu ketertiban) seperti itu," dia menegaskan, "jelas kita akan sikat, tangkap dan proses hukum, dan jangan main-main dengan geng motor ini."