Bola Panas Impor Beras
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia kemudian melakukan riset. Hasilnya mencengangkan. Petani Indonesia tak lama lagi akan 'punah'. Karena, saat ini rata-rata usia petani nasional mayoritas 45 tahun ke atas.
Berdasarkan riset Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, rata-rata usia petani di tiga desa pertanian padi di tiga kabupaten di Jawa Tengah mencapai 52 tahun.
Ketiga wilayah tersebut yaitu Sragen, Klaten, dan Sukoharjo. Masing-masing kabupaten diwakili oleh 50 kepala keluarga, sehingga terdapat 150 kepala keluarga yang diriset oleh LIPI.
Pada kesempatan terpisah, pengamat ekonomi dari Center for Strategic and International Studies, Yose Rizal Damuri, menilai kebijakan perberasan yang saat ini dijalankan pemerintah dipastikan gagal.
Sebab, menurut Yose, pemerintah selama ini melakukan kontrol harga melalui harga eceran tertinggi (HET) dan volume beras yang tersedia.
BACA JUGA: Kebijakan impor beras dinilai aneh
"Kedua kebijakan tersebut (kontrol harga dan volume beras) sama-sama membutuhkan impor. Ini tidak akan berjalan," kata dia kepada VIVA.
Sebaliknya, Yose melanjutkan, apabila impor dilarang, maka harga dipastikan naik. Dengan demikian, HET yang dikumandangkan pemerintah 5 bulan lalu tidak akan bisa terlaksana.
Ia juga menegaskan, persoalan impor beras ini bukan masalah Nawacita ataupun kampanye. Tapi masalah kebijakan yang mustahil untuk dilaksanakan. Kalau mau harga rendah maka pasokan harus tersedia, yang tidak hanya didapat dari domestik saja.
"Kalau memang pilihannya tidak melakukan impor, maka harga harus naik dan masyarakat yang dikorbankan, terutama penduduk miskin," kata Yose.
Ia berpendapat kebijakan yang lebih tepat saat ini adalah mencabut HET namun tetap menjaga pasokan. Hal ini tentu saja harus di-backup dengan data perberasan yang baik.
"Ada kecurigaan yang besar bahwa data saat ini dimanipulasi besar-besaran. Jadi, dengan data yang baik kita bisa tahu apakah pasokan tersedia dengan cukup atau tidak. Kalau kurang memang kita perlu impor. Nggak perlu alergi terhadap impor. Apalagi pada tahun politik seperti ini," tegasnya.
Ia pun mengakui langkah impor saat ini sudah cukup tepat, tetapi mungkin telat untuk dilaksanakan. Untuk jangka panjang, tentunya produktivitas pertanian harus ditingkatkan.