Dr Terawan Dipecat, Dada Ayu Ting Ting, dan Puisi Sukmawati
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
1. Majelis Etik IDI Pecat Penemu Cuci Otak Dokter Terawan
![]()
Metode “cuci otak” untuk mengobati pasien stroke yang dipraktikkan DR dr Terawan Agus Putranto menuai kontroversi.
Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan, Dr. dr Terawan terbukti melakukan pelanggaran etik kedokteran yang berat. MKEK IDI memecat sementara (selama setahun) Terawan sebagai anggota IDI.
Menurut surat berkop Pengurus Besar IDI, pemecatan terhadap dokter tentara yang kini menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto Jakarta itu terhitung sejak tanggal 26 Februari 2018. Sanksi keras itu diteken langsung oleh Ketua MKEK Prof Prijo Sidipratomo tanggal 12 Februari 2018.
Dalam surat keputusannya IDI mengumumkan bahwa Dr Terawan terbukti, dengan sah dan meyakinkan telah melakukan pelanggaran etik. Dengan bukti tidak kooperatif, dengan melakukan niat penolakan untuk hadir di persidangan MKEK sebagai lembaga penegak etika kedokteran. Hal itu dinilai menghalangi sidang dan bentuk pelanggaran berat.
2. Pamer Cincin, Bagian Dada Ayu Ting Ting Jadi Sorotan
![]()
Ayu Ting Ting memang tak pernah lepas dari sorotan warganet. Apapun yang dilakukan Ayu selalu berhasil menyita perhatian penghuni media sosial. Termasuk salah satu foto yang diposting Ayu dalam akun Instagram miliknya, beberapa waktu lalu.
Dalam foto tersebut, Ayu berpose dengan pedangdut Iis Dahlia. Ayu mengenakan gaun berwarna biru yang bagian dadanya tampak rendah.
Meski demikian, di foto tersebut, Ayu menutupi bagian atasnya dengan tangan kirinya. Ada sebuah cincin yang melingkar di jari manis pedangdut asal Depok ini. Sayangnya, warganet tak terlalu fokus dengan cincin yang dipakai Ayu. Mereka justru membahas baju Ayu yang terbuka di bagian atasnya.
3. Puisi Sukmawati Disoal, Kenapa Harus Singgung Azan?
![]()
Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul 'Ibu Indonesia' di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, menuai kontroversi. Pasalnya, dari bait puisi yang dibacakan putri Proklamator RI itu menyinggung-nyinggung syariat Islam, seperti azan dan cadar.
Ustaz Haikal Hasan, yang juga Sekjen Penanggulangan Penodan Agama, menyesalkan puisi yang dibacakan Sukmawati kental dengan SARA, menyinggung umat Islam dengan membanding-bandingkan suara kidung lebih merdu dari alunan azan.