Aksi 10 Tokoh Dunia yang Bikin Heboh 2019

Kim Jong-un bertemu Presiden AS Donald Trump di Perbatasan Korea Selatan-Korea Utara.
Sumber :
  • Twitter @Scavino45

3. Xi Jinping

img_title AS-Iran Memanas, Trump Sebut Fasilitas Nuklir Bisa Dihancurkan dalam 10 Menit

Presiden China, Xi Jinping  saat peringatan 70 tahun pemerintahan Partai Komunis

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dominasi China di bawah kepemimpinan Xi Jinping semakin menjadi pada 2019. Dari aspek ekonomi maupun politik, hingga kekuatan militer, China semakin menancapkan taringnya di dunia. 

img_title Trump Hubungi Netanyahu, AS Bersiap Kembali Serang Iran

Hal tersebut terbukti dari alotnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Xi Jimping mampu mengimbangi gertakan Donald Trump yang memboikot sejumlah porduk China ke AS. China pun membuat kekuatan dagang baru di kawasan Asia. 

Soal politik luar negeri, Jimping pun menegaskan kedaulatannya terhadap Taiwan dan Hong Kong. China juga terus membangun kekuatan militernya tahun ini, guna mengantisipasi mandeknya negosiasi pengembangan sejata nuklir internasional dengan Korea Utara. 

img_title Menlu Rubio Ungkap Komunikasi Diplomatik AS-Iran Tengah Berlangsung

Terlepas dari semua itu, Jinping dalam peringatan 70 tahun pemerintahan Partai Komunis Oktober 2019 menegaskan, tidak ada satu negara pun bisa hentikan dominasi China di dunia. 

4. Angela Merkel

Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Pemimpin dunia yang didaulat peringkat pertama wanita paling powerful didunia 2019, versi Majalah Forbes, ini tidak bisa diragukan lagi kiprahnya di dunia internasional. 

Tahun ini di masa-masa akhir kepemimpinannya sebagai Kanselir Jerman, Markel lebih mendedikasikan dirinya untuk kemanusiaan. Terbukti, dia pada pertengahan 2019 mengizinkan lebih dari satu juga pengungsi Suriah masuk ke Jerman. 

Angela dalam berbagai kesempatan khususnya di pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, terus menyerukan konflik militer yang berkepanjangan di Suriah. 

Dia pun 'pasang badan' menghadapi dampak dari keluar
Inggris dari Uni Eropa dan meningkatnya sentimen anti imigran di Eropa. 

5. Muhammad bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, atau dikenal dengan singkatan MBS, terus mentransformasi dan memodernisasi negerinya yang dikenal sangat konservatif. Sejumlah kebijakan yang 'kaku' di arab pun dievaluasi dan Arab lebih 'ramah' terhadap dunia internasional 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muhammad bin Salman, yang menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi tahun ini mewujudkan komitmennya dalam memerhatikan hak-hak wanita di Arab. Hal itu diwujudkan dalam  kebijakan seperti menghapus sistem perwalian, mengizinkan perempuan menyetir, dan menjamin partisipasi perempuan dalam ketenagakerjaan.

Peningkatan fasilitas untuk jemaah Haji dan Umrah pun dilakukan oleh MBS. Selain itu Arab mempermudah pengurusan visa dan menambah kuota Haji dan Umrah ke sejumlah negara yang mayoritas penduduknya Islam seperti Indonesia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut