Trik Agar Anak Kuat Puasa Seharian

Ilustrasi parenting/orangtua dan anak/anak makan.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA – Saat ini, bulan Ramadhan telah kita lalui selama kurang lebih nyaris tiga pekan. Namun, apakah si kecil telah mulai dilatih menjalani puasa selama ini atau banyak moms yang masih kebingungan mengajarkannya?

img_title Apakah Sah Berpuasa saat Hari Maulid Nabi? Begini Penjelasan Hukumnya

Hal tersebut wajar bagi orang tua yang kerap kebingungan. Namun, moms tetap harus melatih si kecil berpuasa karena manfaatnya beragam di antaranya tubuh anak menjadi lebih sehat, makan terjadwal, hingga racun di dalam tubuh terbuang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anak lebih disiplin karena makan dan minum selama bulan Ramadhan sudah terjadwal, anak menjadi belajar bersabar mengendalikan diri, melembutkan hati sang anak untuk membantu sesama, memupuk jiwa sosial tinggi pada anak, dan yang pasti dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” ujar Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital, dr. Desy Dewi Saraswati, Sp.A, dikutip dari keterangan pers.

img_title Rebahan di Kasur Saja, Lemak Tubuh Bisa Rontok? Begini Caranya

Untuk mulai melatih si kecil, dokter Desy menyarankan dengan melatih pola tidur yang lebih terjadwal. Sebaiknya jadwal tidur anak harus disesuaikan ketika menjalankan ibadah puasa. Jika biasanya anak tidur pukul 21:00, coba ajak mereka tidur lebih awal seperti jam 20:00 atau 20:30 selama bulan puasa.

"Waktu tidur yang lebih awal membuat anak akan lebih mudah untuk dibangunkan saat sahur nanti," paparnya.

img_title Keutamaan Puasa Arafah, Amalan Sunnah Penghapus Dosa Jelang Idul Adha

Lebih lanjut, Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A, mengimbau agar anak dapat dibangunkan sekitar 30 menit sebelum waktu imsak. Sering kali terdapat kecenderungan anak sulit untuk bangun sahur. Namun, hal tersebut umumnya hanya terjadi pada masa awal bulan Ramadhan. 

"Kesulitan ini bertahap menghilang, seiring terbiasanya anak dengan jadwal yang ada," paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah salat Subuh, si kecil bisa melanjutkan tidur sebelum memulai sekolah. Berikan jeda antara konsumsi makanan sahur dengan waktu tidur anak serta sebaiknya batasi kegiatan anak. Dokter Ayi juga tak menganjurkan anak jalan dalam jarak jauh atau melakukan olahraga yang menguras tenaga untuk mencegah mereka kehabisan energi. Biarkan mereka bermain 1 jam sebelum Maghrib.

“Masa-masa awal seorang anak berlatih puasa Ramadhan merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk. Biarkan mereka menghabiskan waktu tidur siang namun jangan sampai berlebihan. Tawarkan anak aktivitas seperti belajar mengaji, membaca buku, mewarnai, atau aktivitas yang menyenangkan lainnya,” ujar dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A, Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut