Sejarawan: Belajar dari Dakwah Sunan Giri, Merangkul Bukan Memukul

Sejarawan Santri Zainul Milal Bizawi mengisi acara Ngabuburit bersama BKNP PDIP
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Umat Islam Indonesia sebaiknya belajar dari keteladanan Sunan Giri, salah satu dari Walisongo, yang berdakwah dengan cara merangkul dan bukan memukul. 

img_title Soal Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, PDIP Buka Pintu Dialog dengan Fraksi Lain: Ada Pidana di Situ

Hal itu diungkapkan oleh Sejarawan Santri Dr. Zainul Milal Bizawi saat mengisi acara Ngabuburit Bersama Badan Kebudayaan Nasional Pusat PDI Perjuangan BKNP PDIP), Selasa sore, 4 Mei 2021. Acara yang ditayangkan jelang berbuka puasa itu mengambil tema ‘Dakwah Kultural Sunan Giri, Merangkul Bukan Memukul’. Yang menjadi host adalah Rano Karno, Sekretaris BKNP PDIP dan juga anggota DPR RI. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai seorang sejarawan, Zainul menjelaskan Sunan Giri memiliki peranan penting dalam pengembangan dakwah Islam di Nusantara, dengan memanfaatkan kekuasaan dan jalur perniagaan. Ketika Walisongo yang lain tidak dekat dengan kekuasaan, kondisi berbeda pada Sunan Giri. Sebab beliau adalah keturunan trah Brawijaya. 

img_title Relawan Gibran Sentil PDIP Kalah di Pilpres 2024, Deddy Sitorus: Parasit Kekuasaan yang Buta Nalar

Namun walau memiliki akses pada kekuasaan, Sunan Giri justru tak memanfaatkan kondisi itu untuk menghilangkan tradisi Hindu pada masa itu. 

"Tapi justru beliau biarkan saja, dirangkul pelan-pelan, kemudian disisipi nilai-nilai Keislaman,” jelas Zainul. 

img_title Hasto PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer, Singgung Prinsip Equality Before The Law

Kedudukannya sebagai penguasa menjadikannya begitu mudah dalam merangkul semua kalangan. Sunan Giri bisa memahami kondisi sosial politik saat itu, dan digunakan untuk melakukan dakwah. 

Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, meskipun Sunan Giri berdomisili di daerah Gini, namun pengaruhnya merambah hingga ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Lombok. 

“Sunan Giri ini sangat cerdas sekali, meskipun secara kedudukan ia berdomisili di Giri, tapi penyebarannya begitu luas, sampai Lombok, Kalimantan, dan bahkan sampai ke Minangkabau,” jelas Zainul. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sunan Giri juga mengembangkan sistem pendidikan berbasis pesantren pada masanya. Dalam dakwahnya, Sunan Giri menggunakan pendekatan kultural. Misalnya dengan menciptakan beberapa tembang dan permainan untuk anak-anak. 

Salah satu yang cukup dikenal adalah cublak-cublak suweng. Kata Zainul, permainan ini diyakini memiliki makna dan pesan filosofis yang cukup mendalam. Yaitu mengajarkan agar manusia tidak menuruti hawa nafsu dan keserakahan dalam mencari harta atau kebahagiaan. Namun, gunakan hati nurani dan tetap rendah hati agar harta atau kebahagiaan yang diperolehnya mengandung berkah untuk diri sendiri dan orang lain. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut