Adab Berdoa di Hari Jumat Agar Terkabul
- Freepik
Jakarta, VIVA – Doa adalah salah satu bentuk komunikasi kita dengan Sang Pencipta. Berdoa juga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan agar hajat atau keinginan kita terkabul. Disebutkan bahwa Allah mencintai seorang hamba yang bermunjat (berdoa) kepada-Nya.
“Doa adalah munajat seorang hamba merendahkan diri yang hina ke hadapan Allah dia angkat kedua tangannya Ya Allah Ya Rabb Ya Allah,” kata ustaz Abdul Somad seperti dikutip dari tayangan YouTube, Jumat 31 Oktober 2025.
UAS, sapaannya menjelaskan bahwa untuk berdoa pun ada adabnya. Dijelaskan beliau bahwa untuk berdoa kepada Allah ada baiknya diawali dengan meminta perlindungan dari godaan setan dan mara bahaya dengan membaca audzubillah himinasyaitonirrajim.
“Setelah itu menyebut nama Allah (membaca Bismillahirrahmanirrahim) setelah itu memuji nama Allah (dengan membaca alhamdulillahi rabbil alamin) setelah itu bersolawat kepada Rasulullah itu adab berdoa,” lanjut Ustaz Abdul Somad.
UAS melanjutkan ketika berdoa kepada Allah juga ada adabnya. Pertama mengarah ke kiblat, memohon kepada Allah dan bersolawat.
“Tidak sampai doa kalau seseorang tidak bersolawat. Karena solawat salah satu wasilah sampainya doa,” jelas UAS.
Sementara itu, terkait dengan waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Ustaz Abdul Somad pun menjelaskan ada sejumlah waktu yang terbaik doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Pertama waktu mustajab untuk berdoa adalah di hari Jumat.
“Bahwa dalam satu hari Jumat seperti cermin ada satu titik hitam siapa yang berdoa pada titik itu maka Allah akan kabulkan doanya,” ujar UAS.
Berkaitan dengan kapan tepatnya waktu terbaik untuk berdoa di hari Jumat. UAS sapannya, menyebut Nabi tidak menyebutkan kapan waktu tersebut. Maka dari itu, berdasarkan ijtihad para ulama, ada 40 pendapat kapan waktu yang dimaksudkan itu. Ada yang menyebut pada pertengahan Jumat, ada pula yang mengatakan pada tengah malam Jumat. Hingga ada yang mengatakan saat orang duduk dan angkat tangan saat khotbah Jumat.
“Tapi intinya bagaimana kita berdoa dari petang pagi siang malam kapan lagi,” jelas UAS.
Selain itu, waktu mustajab untuk berdoa ketika seseorang tengah berperang melawan pasukan yang melecehkan agama Allah kemudian berdoa saat itu.
“Hujan lebat angin puting beliung orang ketakutan tapi dia ingat Allah maka Allah kabulkan doanya,” ujar beliau.
Selain itu, waktu yang paling mustajab untuk memanjatkan doa adalah setelah membaca Al Quran. UAS menyebut, An Nas Ibnu Malik RA berkata bahwa ketika sudah selesai membaca khatam Al Quran beliau mengumpulkan anak dan istrinya berdoa untuk mengambil barokah khatam quran. Selain itu waktu mustajab untuk berdoa ada di tengah malam.
“Doa yang paling didengar di tengah malam dari sebagian malam. Tidak semua malam. Maka dari sebagian malam lawan kantukmu menjadi amal tambahanmu ketika semua orang terlelap tidur dia bermunajat kepada Allah meminta ampun maka aku ampunkan dia,” kata UAS lebih lanjut.
Waktu mustajab lainnya doa dikabulkan oleh Allah adalah ketika seseorang berpuasa. Seseorang yang berpuasa dan berdoa sejak pagi hingga berbuka kata UAS akan dikabulkan doanya. Selain itu juga waktu mustajab lainnya untuk berdoa adalah setelah selesai solat.
”Ulama terbagi dua, pertama waktu mustajab berdoa ketika berada di akhir solat sebelum salam dan yang kedua setelah salam. Makanya ada orang yang berdoa sebelum salam dan yang kedua setelah salam keduanya bisa diamalkan. Andai keduanya diamalkan menggunakan bahasa Arab atau menggunakan bahasa kita dalam hati,” jelas UAS.
UAS juga menjelaskan adab doa setelah solat adalah dengan mengangkat tangan mengarah ke kiblat, memohon kepada Allah.
”Tidak sampai doa kalau tidak bersolawat. Karena solawat salah satu wasilah sampainya doa,” kata beliau.