33 Nasihat Penting Imam Al-Ghazali Agar Anak Menjadi Saleh
- Freepik
Jakarta, VIVA – Imam Al Ghazali, seorang ulama besar dan filsuf Islam, menaruh perhatian besar pada pendidikan anak. Beliau menyusun serangkaian nasihat yang berfokus pada pembentukan karakter, adab, dan spiritualitas.
Berikut adalah 33 poin penting dari nasihat Imam Al-Ghazali yang dapat dijadikan panduan bagi orang tua untuk mendidik anak agar menjadi pribadi yang saleh dan berakhlak mulia:
I. Pembentukan Karakter dan Akhlak
- Jauhkan anak dari teman yang buruk.
- Didik dengan akhlak yang mulia.
- Jangan biasakan anak manja, supaya mandiri.
- Jangan biarkan anak punya pakaian atau serba mewah, karena ini akan membuat anak nakal (kecuali jika itu kebutuhan).
- Ajarkan adab makan: Biasakan baca bismillah, makan yang paling dekat, tidak berserak, berdoa setelah makan, dan makan dengan satu tangan (tangan kanan). Ini penting tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga adab.
- Jauhkan anak dari hobby kuliner; makan harus jadi kebutuhan, bukan hobi. Penyakit hati di antaranya adalah makan berlebihan (bukan hobi), karena syahwat akan berlebihan dan menjadi malas.
- Tujuan makan adalah untuk kesehatan, kekuatan mental untuk ketaatan kepada Allah.
- Tingkatan kenyang ketika makan adalah: 1) Makanlah beberapa suap. 2) Isi perut 1/3 makanan, 1/3 minuman, 1/3 udara. 3) Sesekali kenyang (coba-coba).
- Biasakan kebaikan.
- Jika anak berprestasi, berilah pujian bila perlu beri hadiah.
II. Adab Sosial dan Perilaku
11. Ajak anak bersedekah dan bergaul dengan orang-orang miskin (Ashabus Shuffah).
12. Ajarkan berpakaian yang dicintai Allah, yaitu menutupi aurat.
13. Jangan terlalu dekat dengan anak-anak yang lain yang serba mewah, tetapi bergaullah dengan kelas bawah (atau sama) dan bersyukur.
14. Dekatkan dan akrabkan anak dengan masjid.
15. Jauhkan dari nyanyian yang bernilai nakal atau buruk.
16. Larangan untuk tidak berlebihan dalam bercanda (bercanda yang tersembunyi/tidak terlihat). Ini yang dilakukan oleh Nabi.
17. Larang anak pamer dan berbangga diri agar tidak merusak jiwa tawadhu.
18. Ajarkan anak akan bahaya meminta-minta, kecuali darurat.
19. Ajarkan anak jangan banyak bicara (kebiasaan orang bodoh).
20. Larang anak jangan suka bersumpah (kebiasaan orang munafik).
21. Ajarkan anak berbicara ceruk (berbicara dengan baik) pada orang lain.