3 Mantan Budak yang Jadi Ulama Besar di Islam
- AP Photo/Peter Dejong.
Tokoh ketiga, Thawus bin Kaisan, berasal dari Yaman. Ia belajar kepada banyak sahabat Nabi, termasuk Abu Hurairah. Thawus dikenang sebagai pribadi yang sangat berhati-hati dalam urusan duniawi.
Dikisahkan, suatu pagi yang dingin, ia sedang melaksanakan shalat saat sekelompok bangsawan lewat dan melihatnya sujud di tempat yang tampak membuatnya kedinginan. Salah satu bangsawan kemudian meletakkan jubah mahal di dekatnya. Namun, Thawus sama sekali tidak menoleh dan tetap melanjutkan shalat hingga selesai, lalu pergi tanpa mengambil jubah tersebut.
Kisah-kisah ini menggambarkan bagaimana ajaran Islam mendorong penghapusan perbudakan melalui pendidikan, pemuliaan martabat manusia, serta dorongan untuk memperlakukan budak secara adil.
Tiga mantan budak yang menjadi ulama besar adalah bukti nyata bahwa kedudukan seseorang tidak ditentukan oleh status sosial, tetapi oleh ilmu, ketakwaan, dan karakter. Mereka menjadi contoh bahwa ajaran Islam tentang kemanusiaan mampu melampaui batas zaman.