Mengharukan, Kebaikan Allah untuk Para Pendosa

Kaligrafi Allah
Sumber :
  • Pixabay/ John1cse

VIVA – Dalam hidup, setiap manusia pasti pernah tergelincir melakukan dosa. Namun Islam mengajarkan bahwa selama nyawa masih dikandung badan, pintu ampunan Allah tidak pernah tertutup.

img_title Viral, Pria Diduga Pastor YM Sebut Allah “Tak Ada Bedanya dengan Mucikari”

Sesungguhnya, harapan seorang hamba kepada Tuhannya jauh lebih besar dari setumpuk dosa yang membebani bahunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Amalan Dinilai dari Akhirnya, Bukan Awalnya

img_title Masyaallah, Ini Keutaman Nisfu Syaban dan Amalan yang Bisa Dilakukan Umat Islam

Tak perlu terpuruk jika masa lalu terasa gelap. Selama masih ada kesempatan untuk bertaubat, seorang hamba bisa menutup perjalanan hidupnya dengan akhir yang baik. Rasulullah SAW sudah mengingatkan bahwa nasib manusia ditentukan oleh penutup amalnya.

“Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya,” (HR. Bukhari).

img_title Benarkah Orang yang Meninggal di Hari Jumat Masuk Surga? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Betapa banyak ahli ibadah yang akhirnya celaka seperti Iblis, namun tak sedikit pula para pendosa yang justru berbalik menjadi penghuni surga karena taubatnya yang tulus menjelang maut.

2. Allah Maha Mengampuni Semua Dosa

Tak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni Allah. Yang menjadi masalah justru ketika manusia malas bertaubat dan terus menunda-nunda kembali ke jalan-Nya.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Ayat ini menjadi bukti betapa luas dan tak terhingga kasih sayang Allah. Tak ada alasan lagi untuk terus larut dalam penyesalan. Kembalilah, sebelum terlambat.

3. Hanya Orang Kafir yang Berputus Asa dari Rahmat Allah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang mukmin sejati takkan pernah putus asa. Ia tahu bahwa kebesaran Allah tak akan ternoda oleh makhluk-Nya, meskipun seluruh manusia mengkhianati-Nya sekalipun.

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut