Kisah 700 Muslim Lawan 3 Ribu Quraisy di Perang Uhud

Masjid Syuhada di Jabal Uhud Madinah
Sumber :
  • Lutfi Dwi Puji Astuti/MCH 2023

VIVA – Perang Uhud menjadi salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang menyimpan banyak hikmah bagi umat Muslim. Kisah ini berawal dari keberangkatan pasukan Islam dari Madinah dengan kekuatan seribu orang. Namun, jumlah tersebut tidak bertahan lama.

img_title Terbangun Saat Tengah Malam? Segera Berwudhu dan Membaca Doa Anjuran Rasulullah Sebelum Shalat Tahajud

Dalam catatan disebutkan, jumlah pasukan kaum muslimin ketika terjadi perang Uhud adalah 700 orang, melawan tiga ribu pasukan Quraisy. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari buku Sang Panglima Tak Terkalahkan Khalid Bin Walid karangan Hanatul Ula Maulidya, semula, jumlah pasukan muslim ada seribu orang yang keluar dari kota Madinah menuju medan perang.

img_title Surah Ali Imran Ayat 13 Dilantunkan Saat Delegasi Arab Saudi Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Sindiran Halus?

Suasana Jabal Uhud di Madinah

Photo :
  • Nana Maulana/MCH 2025

Pengurangan pasukan ini terjadi akibat pembelotan Abdullah bin Ubay, salah satu tokoh besar dari kaum Quraisy. Ia menarik sekitar 300 orang pasukan muslim yang merasa gentar melihat kekuatan musuh. Meski diterpa perpecahan, 700 pasukan muslim tetap maju menuju Uhud dengan tekad kuat.

img_title Dokter Tirta Jelaskan Efek Berbuka Puasa Selalu Pakai Gorengan, Ini Risikonya!

Latar Belakang Terjadinya Perang Uhud

Perang Uhud berlangsung pada bulan Syawal tahun ke-3 Hijriah atau 1.400 tahun yang lalu. Konflik ini terjadi karena dendam kaum Quraisy yang sebelumnya mengalami kekalahan telak pada Perang Badar, di mana banyak pemimpin mereka gugur. Keinginan membalas kekalahan itulah yang membuat mereka mengerahkan pasukan besar untuk menyerang Madinah.

Saat pertempuran dimulai, pasukan muslim di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW justru sempat menguasai jalannya perang. Abu Sufyan yang memimpin Quraisy terlihat mulai kewalahan.

Dalam buku Islam at War karya George F. Nafziger dijelaskan bahwa keunggulan awal pasukan muslim berasal dari strategi Rasulullah SAW. Beliau menempatkan 150 pemanah di puncak bukit untuk melindungi pasukan utama di bawahnya. Para pemanah ini diberi instruksi tegas, tidak meninggalkan posisi apa pun yang terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ketika pasukan Quraisy mulai mundur dan banyak harta rampasan perang terlihat, sebagian pemanah turun dari posisi mereka. Meskipun Nabi Muhammad SAW telah memberikan peringatan berulang kali, imbauan itu tidak dipatuhi. Kewaspadaan mulai menurun, sementara pasukan Quraisy justru memanfaatkan celah besar ini.

Akibatnya, mereka yang semula mundur kembali menyerang karena tidak lagi dihalangi tembakan pemanah muslim. Jumlah korban muslim pun meningkat tajam, bahkan menjadi yang terbanyak selama masa hidup Rasulullah SAW, yaitu 72 orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut