Hukum Merayakan Maulid Nabi, Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menjadi perhatian umat Islam setiap memasuki bulan Rabiul Awal. Momen tersebut umumnya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, pembacaan sholawat, ceramah, hingga kajian mengenai kehidupan dan keteladanan Rasulullah SAW.

img_title Apakah Sah Berpuasa saat Hari Maulid Nabi? Begini Penjelasan Hukumnya

Meski telah menjadi tradisi di berbagai daerah, hukum merayakan Maulid Nabi masih kerap menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagian umat ingin mengetahui apakah memperingati kelahiran Rasulullah SAW diperbolehkan dalam Islam atau justru terdapat hal-hal tertentu yang perlu diperhatikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ustaz Adi Hidayat pernah memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut dalam salah satu kajiannya. Menurutnya, pembahasan mengenai Maulid Nabi sebaiknya tidak hanya berfokus pada momentum kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga melihat perbuatan yang dilakukan umat ketika mengisi momentum tersebut.

img_title 7 Amalan yang Dianjurkan saat Perayaan Maulid Nabi, Pahalanya Berlimpah!

Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Hukum Maulid Nabi

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kelahiran seseorang merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Karena itu, kelahiran itu sendiri tidak dapat secara langsung dikategorikan ke dalam suatu hukum tertentu.

img_title Menjinakkan Api Amarah dengan Doa Ajaran Nabi Muhammad SAW, Agar Terhindar dari Pertikaian

"Apa hukumnya Maulid Nabi? Maulid Nabi nggak ada hukumnya, karena waktu lahirnya Nabi. Bagaimana kita bisa melekatkan hukum pada waktu lahirnya Nabi, lahir ya lahir," ungkap Ustaz Adi Hidayat, dikutip Sabtu 22 Agustus 2026.

Ia kemudian menerangkan bahwa dalam perspektif hukum Islam, penilaian lebih berkaitan dengan tindakan yang dilakukan manusia secara sadar. Dengan kata lain, bukan waktu atau kelahiran seseorang yang menjadi objek penilaian hukum, melainkan aktivitas yang dilakukan.

"Hukum itu terletak pada perbuatan seseorang bukan pada kelahiran seseorang. Ketika dia berbuat dengan aspek kesadarannya maka muncul hukum di situ. Hukum terletak pada perbuatan, bukan terletak pada benda dan bukan terletak pada waktu," jelasnya.

Dari penjelasan tersebut, persoalan hukum merayakan Maulid Nabi perlu dilihat melalui bentuk kegiatan yang dilakukan dalam peringatan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cara Menyikapi Maulid Nabi Menjadi Hal Penting

Menurut Ustaz Adi Hidayat, hari kelahiran seseorang pada dasarnya tidak otomatis memiliki status hukum tertentu. Penilaian baru muncul ketika terdapat tindakan yang dilakukan untuk menyikapi momentum tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut