Ada 2 Kali Libur Isra' Mi'raj di 2027, Kok Bisa?
- Freepik
Kemunculan dua tanggal Isra Mikraj dalam kalender 2027 berpotensi membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya apakah peristiwa Isra Mikraj terjadi dua kali. Jawabannya, bukan demikian.
Isra Mikraj merupakan satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diperingati setiap tahun pada 27 Rajab. Dua tanggal yang muncul pada kalender 2027 terjadi karena pergantian tahun Hijriah berlangsung lebih cepat daripada pergantian tahun Masehi.
Dengan kata lain, dalam satu tahun Masehi, terdapat bagian dari dua tahun Hijriah. Karena jarak satu tahun Hijriah lebih pendek, tanggal peringatan tertentu dapat muncul dua kali dalam rentang Januari hingga Desember.
Fenomena serupa secara kalender juga dapat terjadi pada peringatan Islam lainnya. Pergeseran tanggal ini merupakan konsekuensi dari penggunaan kalender lunar atau kalender berbasis peredaran Bulan.
Daftar Libur Nasional 2027
Selain dua kali Isra Mikraj, pemerintah menetapkan total 18 hari libur nasional dan delapan hari cuti bersama pada 2027. Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Beberapa hari besar keagamaan yang masuk dalam daftar libur nasional antara lain Tahun Baru Imlek pada 6 Februari, Hari Suci Nyepi pada 8 Maret, Idul Fitri pada 10 dan 11 Maret, Idul Adha pada 17 Mei, Tahun Baru Islam 1449 Hijriah pada 6 Juni, serta Maulid Nabi Muhammad SAW pada 15 Agustus.
Sementara itu, akhir tahun 2027 kembali menghadirkan momen keagamaan yang menarik. Setelah Natal pada 25 Desember, masyarakat akan mendapatkan libur nasional pada 26 Desember 2027 untuk Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1449 Hijriah.
Fenomena dua kali Isra Mikraj dalam kalender 2027 tersebut menjadi contoh bagaimana perbedaan sistem penanggalan Masehi dan Hijriah dapat menghasilkan susunan kalender yang tidak biasa. Bagi masyarakat, memahami perbedaan tersebut penting agar tidak keliru mengartikan kemunculan dua tanggal Isra Mikraj sebagai dua kali terjadinya peristiwa sejarah yang sama.