Amalan dan Doa Harian di Hari Ahad: Melegakan Hati yang Gundah
- ilustrasi AI Gemini
Jakarta, VIVA -Hari Ahad bukan berarti mengendurkan amalan amalan yang sudah biasa dilakukan sepanjang hari kerja (Senin-Jumat). Memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki niat sebelum memulai aktivitas harian bagian sejumlah amalan ringan yang dianjurkan di hari libur.
Hari Ahad yang tenang juga digunakan untuk istirahat, muhasabah, ibadah ringan, termasuk membaca doa doa pendek.
Salah satu doa tercatat dalam Shahifah Fathimiyyah dan disebut sebagai amalan pilihan yang biasa dibaca Sayyidah Fatimah pada hari Minggu.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوَّلَ يَوْمِي هَذَا فَلَاحاً … وَتَضَرَّعَ إِلَيْكَ فَرَحِمْتَهُ
Allahummaj’al awwala yaumi hadza falaaha… wa tadharra’a ilaika farahimtahu.
Artinya: Ya Allah, jadikan awal hariku sukses, akhirnya keberhasilan, dan tengahnya kebaikan. Limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, serta terimalah taubat orang-orang yang kembali kepada-Mu.
Yang harus diingat adalah pembacaan doa di hari Minggu bukan wajib, hanya jadi kebiasaan spiritual yang melembutkan hati dan menenangkan pikiran.
Doa ini juga bisa diikuti dengan doa lainnya untuk melengkapi amalan saat libur. Doa yang berisi penyerahan diri secara total dan permohonan agar keinginan dipenuhi melalui wasilah para Nabi dan orang-orang saleh juga bisa dibaca Bersama.
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ قَشُودْتُ … مَا نَزَّلْتُ بِمَنَ خَيْرَتي
Allahumma ilaika qoshodtu… wa ma nazala bi min khairati.
Artinya: Ya Allah, kepada-Mu aku menuju, kepada-Mu aku berdiri dan memohon. Dengan Nabi-Mu dan para wali-Mu aku bertawassul. Ya Allah kabulkanlah hajatku dan hilangkan kesempitan yang menimpaku.