Buya Yahya Ungkap Cara Ampuh Terhindar dari Penyakit Ain dan Hasad, Amalkan Zikir Ini Setiap Hari
- Istimewa
Jakarta, VIVA - Penyakit ain dan hasad kerap menjadi kekhawatiran sebagian umat Muslim, terutama ketika seseorang memperlihatkan kenikmatan yang dimilikinya kepada orang lain. Rasa takut terhadap pandangan iri, dengki, hingga kemungkinan terkena pengaruh buruk terkadang membuat seseorang merasa tidak tenang dalam menjalani kehidupan.
Menanggapi persoalan tersebut, pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa umat Islam sebenarnya tidak perlu hidup dalam ketakutan berlebihan terhadap penyakit ain maupun hasad. Menurutnya, ada amalan yang telah diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai keburukan.
Salah satu hal yang ditekankan Buya Yahya adalah membiasakan diri membaca zikir dan doa, terutama pada pagi dan sore hari serta sebelum tidur. Dengan menjalankan amalan tersebut secara istiqamah, seorang Muslim diharapkan memiliki ketenangan hati dan tidak mudah dihantui kekhawatiran terhadap gangguan dari orang lain.
Dalam penjelasannya yang disampaikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya juga mengingatkan agar umat Islam tidak mudah menganggap setiap kejadian buruk sebagai akibat penyakit ain atau sihir.
Buya Yahya Jelaskan Perbedaan Ain dan Hasad
Buya Yahya menerangkan bahwa terdapat beberapa pandangan ulama mengenai pengertian penyakit ain. Salah satu pendapat menyebutkan bahwa ain berkaitan dengan hasad atau rasa dengki seseorang terhadap kenikmatan yang dimiliki orang lain.
Perasaan iri tersebut dapat berkembang menjadi keinginan agar nikmat yang dimiliki orang lain menghilang. Bahkan, seseorang yang menyimpan hasad bisa berusaha melakukan sesuatu untuk merusak kebahagiaan maupun keberhasilan orang yang didengkinya.
"Hasadnya seseorang itu ain. Jadi kena ain adalah kena hasad," jelas Buya Yahya yang dikutip pada Minggu (1/11/26).
Sementara itu, terdapat pandangan lain yang menjelaskan bahwa ain bisa muncul dari kekaguman seseorang ketika melihat sesuatu. Artinya, pengaruh ain tidak selalu dikaitkan dengan niat buruk atau perasaan dengki.
Seseorang yang terlalu kagum atau terpesona terhadap sesuatu juga disebut dalam penjelasan tersebut dapat menjadi sebab munculnya pengaruh ain.
Meski demikian, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam tidak terus-menerus mencemaskan kemungkinan terkena penyakit tersebut. Menurutnya, yang lebih penting adalah menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui doa dan zikir.