Kondisi Drop, Abdee Slank Check Up ke Singapura

Abdee Slank
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Putri Firdaus

VIVA – Gitaris Band Slank, Abdee dikabarkan beberapa waktu lalu menjalani perawatan intensif di Singapura. Sibuknya mengurus proses perceraian yang memakan banyak waktu, membuat Abdee Negara merasa kondisi tubuhnya drop.

img_title Penyakit Ginjal Sudah Ditemukan pada Usia 15 Tahun, Cek 7 Tanda yang Tak Boleh Diabaikan!

Di tengah kabar perceraiannya, Abdee memang dikabarkan jatuh sakit. Gitaris kelahiran 1986 ini, memang menderita sakit ginjal, sampai-sampai dia harus menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditemui pada Rabu, 23 Mei 2018 di kawasan Jakarta Pusat, saat dikonfirmasi mengenai penyakitnya tersebut Abdee diam seribu bahasa dan tidak ingin menjawab pertanyaan media tentang penyakit yang dideritanya. Ia juga tak mau bercerita soal alasannya memilih menjalani pengobatan sampai ke Singapura.

img_title Kepergian Trisno PAS Band Jadi Pengingat, Ini 11 Gejala Gagal Ginjal yang Tak Boleh Disepelekan Kaum Adam

Abdee Slank

Namun, dari sang sahabat Bimbim, menceritakan, mengapa Abdee memilih berobat ke Singapura.

img_title Hipertensi Sebabkan Berbagai Masalah Serius dari Stroke hingga Gagal Ginjal

"Abdee sekarang sudah mendingan, kemarin dia ke Singapura hanya Chek-Up, kan sakit gagal ginjal," ungkap Bimbim saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 23 Mei 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama mengisi acara di kawasan Jakarta Pusat tersebut, Abdee terlihat selalu mengenakan masker untuk menutupi mulutnya dan sesekali berbalik ke belakang panggung.

Seperti diketahui, sejak awal tahun 2015, Abdee vakum dari dunia musik dan fokus mengobati secara intensif sakit yang ia derita hingga saat ini. Abdee pun beberapa kali hanya menjadi penonton saat Slank menghibur penggemarnya di sejumlah acara musik. (mus)

Ilustrasi cuci darah

Survei, Banyak Pasien Cuci Darah Memulai Hemodialisis dalam Kondisi Darurat

Survei Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI) menemukan bahwa sembilan dari sepuluh pasien dialisis memulai hemodialisis (cuci darah) dalam kondisi darurat.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut