B.I iKON Diduga Beli Narkoba

B.I iKON
Sumber :
  • YG Entertainment

VIVA – Salah satu personel iKON, B.I, dituding telah mencoba untuk membeli ganja dan narkoba jenis LSD pada tahun 2016. Sebuah percakapan di KakaoTalk yang melibatkan B.I dengan pria berinisial A diungkap media Korea, Dispatch.

img_title Pemain Muda yang Berpotensi Jadi Ikon Baru Piala Dunia 2026 Mulai Bermunculan

A sendiri ditangkap di rumahnya atas dugaan kasus narkoba. Saat proses investigasi, polisi menemukan percakapan A dengan B.I pada tahun 2016 di KakaoTalk. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip Soompi, transkip percakapan tersebut memperlihatkan bagaimana B.I mencoba membeli LSD melalui A. Personel iKON itu mengaku ingin memakai obat tersebut agar jadi seorang jenius.

img_title Mobil Sport Ini Terus Berevolusi Tanpa Kehilangan Jati Diri

"Bisa aku dapat tiga? Aku harus berhemat. Dapat diskon enggak kalau kamu yang beli?" tanya B.I dalam transkip percakapan tersebut.

Selain itu, ada juga testimoni dari seorang bandar berinisial C yang mengungkap nama-nama kliennya. B.I pun disebut ada di antaranya.

img_title Curi Perhatian! Ada Sejak Era 80an, Ikon Legendaris di Kawasan Puncak Bogor Ini Nongol Lagi

Pada Agustus 2016, A mengaku mengantarkan LSD tersebut ke depan asrama iKON di kawasan Mapo, Seoul.  Namun polisi tidak memanggil atau menghubungi B.I terkait masalah ini.

Namun beberapa hari kemudian, A mengganti pernyataannya dan menyebut jika B.I memang memintanya beli obat, tapi dia tidak mendapatkan apa-apa untuk sang penyanyi. Dispatch melaporkan, YG Entertainment sebagai agensi B.I membayar pengacara A agar kliennya itu mengubah pernyataan.

YG membantah

Namun YG membantah laporan Dispatch dan menegaskan jika agensi sangat ketat soal obat-obatan.

"B.I tidak ada hubungannya dengan kasus narkoba di tahun 2016. YG membeli alat untuk tes narkoba setiap dua bulan sekali dari Amerika dan melakukan tes tersebut. iKON juga ikut tes urine sebelum melakukan promosi. Termasuk B.I, tidak ada anggota yang hasilnya positif," tutur perwakilan agensi tersbeut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait kesaksian A, YG mengklaim jika orang itu menyebut-nyebut nama B.I untuk meringankan hukumanya. 

"Kami melihat testimoninya dan bertemu A di perusahaan lalu meminta mereka memperbaiki testimoni itu. Itulah kenapa A mengganti pernyataannya di investigasi ketiga," katanya lagi. (tsy)

CEO Danantara Rosan Roeslani.

Bos Danantara Ungkap Eks Hotel Sultan Bakal Dirobohkan dan Dibangun Ini

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa gedung eks Hotel Sultan di Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta bakal dirobohkan segera.

img_title
VIVA.co.id
22 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut