Korban Burning Sun Buka Suara! Ngaku Dibius, Dibekap, Diperkosa Hingga Difilmkan

Ilustrasi pemerkosaan
Sumber :
  • pixabay

VIVA Showbiz – Film dokumenter Burning Sun: Exposing the Secret Kpop Chat Groups, yang berdurasi 1 jam terus menjadi sorotan. Film dokumenter yang dirilis BBC World ini mengekspos tentang skandal Burning Sun yang ramai di tahun 2019 lalu.

Gedung Graha CIMB Niaga Kebakaran, Diduga Gegara Arus Pendek Listrik

Tak hanya mengungkap tentang isi group chat KakaoTalk yang melibatkan sejumlah idol seperti Seungri, Jung Joon Young, hingga Choi Joon Hoon saja, dokumenter ini juga mengungkap tentang ruangan-ruangan 'kasat mata' yang terdapat di Burning Sun.  Seperti apa? Berikut ini rangkumannya. Yuk, scroll!

Ruang VIP

Wanita Paruh Baya di Aceh Timur Ditemukan Tewas dengan Luka Sayat di Leher

Berdasarkan film dokumenter yang dirilis pada Minggu 19 Mei 2024, ruangan ini merupakan ruangan khusus di mana tamu harus membayar hingga US$75 ribu atau sekitar Rp1,1 miliar. Reporter Ko Eun Sang mengungkap bahwa puluhan gadis nantinya akan masuk dan menyalakan kembang api serta bersorak kepada pelanggan. Ini merupakan tanda bahwa dia adalah orang yang membeli ruangan tersebut.

"Karena tamu VIP harus membayar begitu banyak, mereka selalu bertanya 'hadiah apa yang bisa Anda berikan kepada saya sebagai balasannya?' Jadi mereka mulai membuat ruang rahasia khusus untuk tamu VIP dan di sinilah mereka dapat meminta dihadirkan tamu wanita menarik dari lantai dansa ke ruang itu," kata reporter tersebut, dikutip KBIZoom, Selasa 22 Mei 2024. 

Bangun Industri Film Tangguh: Dirjen Kebudayaan Ajak Komunitas Budaya Kolaborasi

Seungri eks BIGBANG.

Photo :
  • Koreaboo

Seorang karyawan yang bekerja di Burning Sun mengatakan untuk menarik pelanggan pria, staf akan diam-diam mengambil foto wanita cantik yang mabuk tanpa izin mereka dan mengirimkannya kepada tamu VIP pria.

Secret Room: Tempat  saksi bisu tamu wanita dibius dan diperkosa 

Jauh di dalam Burning Sun terdapat ruang rahasia yang dijaga banyak petugas keamanan. Petugas keamanan di sini bertugas untuk memastikan tamu VIP dapat melakukan apapun yang mereka inginkan di dalamnya. Di sinilah sejumlah tamu wanita disuntik dengan Gamma-hidroksibutirat (GBH) semacam ekstasi cair yang fungsi utamanya sebagai penenang. GHB juga dikenal sebagai narkoba 'pemerkosa saat kencan' karena sulit didetaksi jika dimasukkan ke dalam minuman di sebuah pesta.

Seorang karyawan Burning Sun mengungkap kepada BBC bahwa GHB banyak digunakan di sana. 

"Biasanya pelanggan menggunakannya di ruang rahasia. (Lokasi ruang rahasia) itu jauh di dalam klub dan memiliki banyak penjaga di luar. Tidak peduli apa yang terjadi di dalam, tidak ada yang bisa mendengarnya. Hampir setiap hari saya melihat perempuan pingsan setelah disuntik GHB di Burning Sun," kata karyawan itu.

Reporter Ko Eun Sang mengungkap seorang pelanggan VIP yang dia temui mengatakan kepadanya bahwa jika seorang VIP memilih seorang wanita dan berkata 'bawakan wanita itu kepada saya' maka pihak Burning Sun akan melakukan apa saja untuk membuat wanita tersebut tidak sadarkan diri.

"Kemudian tamu VIP itu akan membawa gadis tersebut ke hotel atau naik taksi ke lokasi lain," kata dia.

Kasus Burning Sun yang terjadi pada 2019 kembali jadi sorotan

Photo :
  • KBIZoom

Dalam film dokumenter tersebut, seorang korban mengungkap saat dirinya dan temannya pergi ke Burning Sun, mereka memesan private table untuknya dan teman-teman perempuannya. 

Saat itu, korban sempat meminum satu atau dua gelas anggur. Dia kemudian pergi ke kamar mandi dan mengungkapkan ada yang aneh dengan dirinya.

"Saya memberi tahu teman saya 'saya merasa sangat aneh hari ini, cepat sekali mabuk. Saya pikir sebaiknya saya tidak minum lagi'. Lalu kami kembali ke tempat kami, tapi tiba-tiba aku mendapati diriku terbangun di ranjang hotel bersama pria yang memberiku minuman di Burning Sun," kata dia.

Korban mengungkap pria itu datang dan menanggalkan pakaiannya. Korban juga sempat mencoba berteriak namun pria tersebut menutup mulutnya. 

"Saya mencoba untuk tidak diserang, tapi dia mendudukiku lantaran aku berteriak. Dia menutup mulutku dengan kedua tangannya. Dia terus mendorong dan menekan sehingga saya tidak bisa bernapas. Mulutku sangat sakit dan karena dia duduk di atasku, tulang rusukku juga sakit," ungkapnya.

Korban juga mengungkap bagaimana dirinya merasa kesakitan saat itu. Meski demikian, pria tersebut tidak bergeming. 

"Lalu saya mengambil tempat sampah, muntah, dan berlutut untuk memohon padanya. Aku memohon padanya untuk mengizinkanku pulang, aku bilang aku sangat merindukan ibuku. Saya menangis dan memohon. Dia bilang dia akan membiarkanku pergi jika aku mengambil foto. Dia memintaku tersenyum, tapi aku tidak bisa melakukannya. Saya setuju untuk mengambil foto dan kemudian berlari keluar, tapi ingatan saya saat itu sangat kabur," kata dia.

Red Room - Tempat Lokasi Molka 

BBC mengungkap bahwa Burning Sun memiliki ruangan yang disebut sebagai 'red room'. Di sinilah pelanggan wanita yang dibius untuk diperkosa dan difilmkan kemudian disebarkan di berbagai situs porno. 

Seorang karyawan Burning Sun mengtakan bahwa seorang karyawan lain memberitahunya bahwa pelanggan VIP masuk ke ruangan itu dan meminta untuk merekam video bersama.

"Mereka syuting bersama, tapi kini video itu sudah tersebar ke mana-mana. Dia khawatir hal itu bisa menjadi masalah. Dalam video tersebut wajah gadis (korban) tidak berjiwa dan dalam keadaan telanjang bulat. Karena ada begitu banyak video dan gambar seperti itu yang difilmkan dan dibagikan, pada saat itu menurutku itu bukan masalah besar," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya