BRI Micro & SME Bisa Jadi Acuan Pengembangan UMKM di Indonesia

Gedung BRI.
Sumber :

VIVA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus meneguhkan komitmen untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Yang terbaru, perseroan membuat BRI Micro & SME Index (BMSI) yang telah resmi diluncurkan oleh Direktur Utama BRI Sunarso di Jakarta (12/11). Melalui BMSI, BRI hendak menghadirkan gambaran umum kondisi UMKM di Indonesia setiap kuartal.

img_title BRI Raih Penghargaan pada Puncak Hari Desa Nasional 2026, Konsisten Dorong Kemajuan Ekonomi Desa

BMSI adalah indeks pertama yang merekam kondisi UMKM secara rutin di Indonesia. Melalui indeks ini, bisa diketahui bagaimana kinerja pelaku UMKM pada kuartal tertentu, serta ekspektasi mereka dalam kurun 3 bulan ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ekonom BRI Anton Hendranata mengatakan BMSI memegang peran penting untuk pengembangan dan penyaluran pembiayaan serta bantuan terhadap UMKM. Melalui indeks ini, bisa diketahui UMKM sektor apa saja yang tengah tumbuh positif, berpotensi terus berkembang, dan sedang mengalami kesulitan.

img_title KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas, Usaha Es Buah Jadi Laundry Express

“Indeks ini sangat diharapkan bisa mengetahui kinerja usaha dari UMKM, dan bukan hanya mengukur kondisi sekarang, tapi juga melihat kondisi ke depannya apakah akan membaik atau memburuk. Ini sangat penting terutama buat BRI dan terutama kepentingan nasional, karena pengambil kebijakan akan dapat gambaran kondisi UMKM ke depannya, sehingga waktu mengambil kebijakan pedomannya karena indeks ini bisa jadi leading indicator mengukur aktivitas bisnis UMKM,” ujar Anton di Jakarta, Kamis (12/11).

Menurut penjelasan Anton, terdapat 8 indikator kondisi UMKM yang direkam dan ditunjukkan BMSI. Kedelapan indikator itu adalah volume produksi, total nilai jual, rata-rata penjualan, volume pesanan, volume pesanan barang input, volume persediaan barang jadi, rata-rata jumlah karyawan, dan realisasi investasi.

img_title BRI Jadi Bank of The Year 2025 Versi The Banker, Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global

Indikator-indikator ini adalah dasar perhitungan BMSI, yang pada akhirnya bisa menunjukkan apakah kondisi UMKM dalam tren baik atau buruk. Skor yang digunakan dalam indeks ini adalah 0-200. Kondisi UMKM bisa dikatakan positif jika indeks menunjukkan angka di atas 100. Apabila skor kurang dari 100, maka kondisi UMKM sedang memburuk atau dalam tren negatif.

BMSI mengukur kinerja UMKM yang bergerak di 8 sektor yakni pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan; pertambangan, penggalian, listrik, gas, air bersih; industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, serta jasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut