BRI Berikan Tips Aman Bertransaksi Digital, Patut Dicoba!

Ilustrasi aktivitas dan transaksi digital.
Sumber :

VIVA – Keamanan siber telah menjadi hal penting dan semakin dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat saat ini. 

img_title Wujudkan Rumah Impian, Intip Penawaran BRI KPR dan Diskon Properti di Summarecon Expo 2026

Peningkatan aktivitas dan transaksi daring membuat faktor keamanan menjadi krusial untuk dipenuhi dan dijamin oleh penyedia jasa serta pelaku bisnis digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai bank yang memiliki layanan dan produk keuangan digital yang terintegrasi, BRI terus berupaya menjamin keamanan siber atas sistem dan platform yang dimiliki.

img_title BRI Jadi Sponsor Utama SEAA Masters 2026, Perenang dari Lima Negara Ikut Berlaga

Ada dua jurus utama BRI dalam meningkatkan keamanan siber yakni melakukan pengamanan berlapis dan aktif melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

BRI rutin melakukan identifikasi kerentanan dan testing (penetration test) yang ketat untuk memastikan tidak ada lubang di setiap inovasi produk digital.

img_title Saudi Tegaskan Siap Ambil Tindakan Lindungi Jamaah Umrah di Tengah Serangan Houthi

Kemudian, pengamanan berlapis dilakukan melalui penjaminan keamanan layanan dan operasional, penerapan protection technology, serta pengadaan sistem untuk mendeteksi ancaman siber secara cepat dan tepat menggunakan big data dan AI.

“Jadi kalau ada insiden harus ada respon cepat untuk bisa recover. Ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor baik dengan fintech, regulator, penegak hukum, telco. Harus ada kolaborasi yang makin erat antara sektor telco dan perbankan,” ujar Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo dalam acara BRI Cuap-cuap Cuan Berkah yang diadakan oleh BRI dan CNBC Indonesia.

Menurut Indra, digitalisasi yang berjalan cepat saat ini membawa konsekuensi pada peningkatan risiko keamanan siber.

Karena itu, pelaku sektor perbankan saat ini harus bisa memiliki manajemen risiko yang lebih baik, cepat, dan tepat untuk memastikan keamanan setiap produk yang dimiliki.

Upaya membangun keamanan siber yang kuat tidak bisa dilakukan oleh masing-masing bank secara terpisah.

Kolaborasi antarbank dan juga mengajak para pemangku kepentingan, regulator, serta penegak hukum juga harus dilakukan. Melalui kolaborasi yang kuat dan luas, dipastikan ke depannya respon dan langkah preventif tindak kejahatan siber bisa semakin efektif dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indra menyebut, saat ini BRI telah menjalin kolaborasi dengan Perbanas, ASPI, BSSN, perusahaan telco dan fintech serta regulator dan penegak hukum untuk meningkatkan pengamanan siber. 

Kolaborasi ini membuat BRI bisa lebih sigap dalam meminimalisir potensi kerugian apabila ada tindakan yang dicurigai sebagai bentuk kejahatan siber.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut