Ayo Lawan Virus COVID-19 dengan Virus Kebaikan

Ilustrasi virus corona.
Sumber :
  • Freepik/pikisuperstar

VIVA – Virus COVID-19 membawa kesusahan dari sisi kesehatan hingga sosial ekonomi. Perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan semangat gotong royong yang positif dalam mencari solusi di masa sulit.

img_title Apa Itu Virus Shamonda yang Bikin Geger Prancis? Pasien Pertama yang Terinfeksi Meninggal Dunia

Dr. Panutan S. Sulendrakusuma, Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden, menyebutkan bahwa Presiden memberikan jaminan agar aparat tidak takut untuk segera mengeluarkan bantuan sosial, asal memenuhi prinsip akuntabilitas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Hal lainnya adalah dilakukan pula rapat terbatas bersama kepala daerah untuk mendorong agar penyerapan anggaran, khususnya anggaran perlindungan sosial segera dilakukan,” terangnya di Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Rabu (21/7).

img_title 3 Orang Meninggal Gara-gara Virus West Nile, Apa Itu? Kenali Penyebab dan Gejalanya

Tidak hanya pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam kesempatan Idul Adha 2021 ini juga menggelar kurban online untuk membantu fakir miskin yang terhimpit kesulitan selama pandemi. KH. Noor Achmad, Ketua BAZNAS menerangkan gagasan kurban online tahun ini memiliki minat yang tinggi. 

“Angka peminat kurban online tahun ini 70% lebih tinggi dari tahun lalu. Bahkan dari target kami yakni setara 4000 ekor kambing sudah mencapai lebih dari 120% atau lebih 20% dari target,” terangnya.

img_title Ketika Prabowo Samakan Filosofi Pepatah Rusia 'Odin v pole ne voin' dengan Gotong Royong

Di kesempatan yang sama, selebritis sekaligus penyintas COVID-19, Imam Darto berkisah mengenai gerakan yang dilakukan di masa pandemi untuk menularkan virus kebaikan bagi orang banyak.

“Banyak yang mengirimkan pesan ke saya minta tolong karena kesulitan mencari rumah sakit, ruang ICU, tabung oksigen, tapi yang paling banyak adalah mencari donor plasma darah. Saya dan salah satu restoran lalu membuat gerakan memberi makan sepuluh pasien isolasi mandiri selama sepuluh hari, untuk makan siang dan malam mereka. Tetapi saya menerapkan prinsip yang nantinya pasien isolasi mandiri ini bisa mendonorkan plasma darahnya kepada yang membutuhkan ketika sudah sembuh,” jelas Imam Darto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Imam Darto, ia berprinsip virus COVID-19 ini perlu dilawan dengan virus kebaikan. 

“Satu virus (COVID-19) menulari yang lain, banyak yang terkapar sakit. Kita juga harus menularkan virus kebaikan agar banyak yang sembuh dan kekebalan tubuhnya naik. Minimal kalau tidak bisa berbuat sesuatu yang sifatnya materi, bisa sedekah senyum, karena tangan di atas itu lebih baik,” kata Imam Darto.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut