Membeli Cryptocurrency untuk Pemula, Ini Tipsnya

Ilustrasi aset kripto atau cryptocurrency assets.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Peminat cryptocurrency di Indonesia semakin banyak setiap harinya. Penyebabnya, karena investasi di cryptocurrency dianggap memiliki imbal hasil (return) yang lebih tinggi daripada investasi di pasar saham.

img_title Danantara Siap Umumkan Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Namun sebagaimana prinsip investasi yakni high risk high return, investasi pada cryptocurrency juga memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi daripada saham. Salah satunya sebab banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, yang sejauh ini masih belum menjadikan cryptocurrency sebagai alat pembayaran dan nilai tukar yang sah sehingga cryptocurrency cenderung tidak memiliki underlying assets.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, pembelian cryptocurrency harus dilakukan dengan hati-hati. Jika Anda ingin tetap mendapatkan keuntungan di pasar saham tanpa harus berpindah ke cryptocurrency, Anda bisa membeli saham S&P500 di Pluang. Akan tetapi, jika Anda masih ingin membeli aset jenis ini, maka berikut ini beberapa tips untuk Anda.

img_title Danantara Siapkan Investasi Besar pada 2027, Mineral Kritis hingga AI Jadi Incaran

1. Beli Aset Sesuai Dengan Kemampuan Anda
Sama seperti halnya berinvestasi di pasar saham, Anda tidak dianjurkan untuk berinvestasi menggunakan uang pinjaman atau uang yang seharusnya Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebab, volatilitas harga cryptocurrency bahkan lebih tajam daripada saham. Sebut saja harga Bitcoin saat ini sudah mencapai 683.030.853 per unit. Padahal, beberapa minggu yang lalu harga aset ini mencapai 749.476.757.

img_title MSCI Jadi Sorotan Pasar, Danantara Malah Mulai Serok Saham BUMN dalam Dua Hari Terakhir

Saat ini sudah banyak aset crypto yang harganya jauh lebih rendah daripada Bitcoin. Akan tetapi, volatilitas harga aset crypto tersebut setiap harinya juga tidak kalah tajam dengan mata uang kripto pertama tersebut. Hanya saja, karena harganya jauh lebih rendah, penurunan tersebut tidak tampak besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dari itu, Anda lebih baik menggunakan uang dingin alih-alih uang panas seperti uang hasil pinjaman atau uang untuk kebutuhan sehari hari untuk membeli cryptocurrency. Tujuannya adalah agar penurunan atau kenaikan harga cryptocurrency tidak mempengaruhi kehidupan Anda secara langsung.

2. Pilih Aset Yang Tepat
Selain berkaitan dengan kemampuan keuangan Anda untuk membeli, pemilihan aset yang tepat juga berkaitan dengan ‘merek’ aset itu sendiri. Dalam hal ini, tidak semua cryptocurrency dikembangkan oleh pengembang yang kredibel dan algoritma komputer yang canggih.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut