Wujudkan Swasembada Pangan, Peran Penyuluhan Ditingkatkan

Kementan melakukan kegiatan penyuluhan pertanian
Sumber :
  • Kementan

VIVA – Di antara tujuan dari pembangunan pertanian yaitu menyediakan pangan untuk 273 juta jiwa penduduk Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani. 

img_title Daftar 33 Negara yang Minta Warga Siapkan Stok Pangan Darurat, Ada Tetangga RI!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan pengembangan SDM pertanian. 

img_title Bukan Cuma Beras dan Cabai, Ini Daftar Barang yang Bikin Pengeluaran Makin Mahal

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan. Agar produktivitas meningkat demi terwujudnya ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan para petani tetap terjaga. 

"Salah satu fokus kita adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian," ujar Mentan Syahrul di beberapa kesempatan. 

img_title Inggris, Jerman hingga Swedia Kompak Minta Warga Siapkan Stok Makanan, Ada Apa?

Lebih lanjut Mentan mengatakan, tugas-tugas penyuluh pertanian adalah melaksanakan tugas dan fungsi komunikator.

"Menjadi penyuluh itu tugas mulia. Kamu menjadi penyampai pesan dan harapan negara. Ujung tombak yang ada di garis depan," ujar Mentan Syahrul. 

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi juga menegaskan, kunci keberhasilan pembangunan pertanian adalah peningkatan produktivitas. 

"Peningkatan produktivitas ada di tangan petani dan penyuluh. Karena itu kami siap untuk genjot produktivitas dengan, mensupport program-program pertanian," jelas Dedi. 

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Bustanul Arifin Caya mengatakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian mendukung swasembada pangan dilakukan melalui strategi optimalisasi ketenagaan, optimalisasi kelembagaan dan peningkatan diseminasi teknologi. 

Hal itu disampaikan Bustanul saat melakukan kunjungan kerja dalam Temu Pembinaan dan Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Tengah yang bertemakan Penyuluh Masa Depan, Rabu (30/11) bertempat di Dusun Semilir, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. 

"Kegiatan utama pusat penyuluhan pertanian diantaranya penguatan peran kelembagaan penyuluhan, penumbuhan dan penguatan kelembagaan petani, penguatan profesionalisme  dan kompetensi penyuluh, pengembangan penyelenggaraan penyuluhan, digitalisasi penyuluhan pertanian," jelas Bustanul. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bustanul juga mengatakan bahwa penguatan peran penyuluh pertanian dilakukan melalui konsultasi, edukasi, diseminasi informasi/inovasi, fasilitasi, supervisi dan manajerial. Penyuluh pertanian harus mampu mendesiminasikan melalui teknologi informasi yang modern. 

“Penyuluh Pertanian itu selain sebagai fasilitator, juga sebagai formulator. Penyuluh memformulasikan program di wilayahnya, sebagai inovator, berwawasan agribisnis dan cara berbisnis," imbuh Butanul. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut