Pelari Kenya Jadi Magnet di Purbalingga Run 2019
- timesindonesia
Atlet lari putri asal negara Kenya, Viola Jepchirchir Kimeli menjadi pusat perhatian peserta maupun pengunjung Purbalingga Run 2019 di Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Purbalingga Run 2019 mengambil start dan finish di lapangan bola Desa Bandingan, Minggu (31/3/2019).
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olah Raga, Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Kustinah, mengatakan kehadiran Viola dalam Purbalingga Run 2019 menjadi daya tarik bagi masyarakat.
"Kehadiran Viola di Purbalingga Run 2019 bisa menjadi magnet. Terbukti keberadaannya sangat menjadi pusat perhatian peserta  maupun pengunjung," katanya kepada TIMES Indonesia usai melepas peserta Purbalingga Run 2019, Minggu (31/3/2019).
Apa yang dikatakan Kustinah benar, ketika Viola mencapai garis finish langsung dikerumuni peserta dan penonton untuk diajak berfoto.Â
"Mereka berebut mengajak Viola untuk berfoto. Artinya kehadiran Viola memang sangat ditunggu," ujarnya.
Kustiah, berharap prestasi Viola sebagai pelari putri kelas dunia berkulit hitam yang diikutsertakan berlari bersama peserta kategori 7,5 kilometer ini, bisa menginspirasi generasi muda di Kabupaten Purbalingga.Â
"Di samping sebagai peserta eksibisi, harapannya prestasi Viola sebagai pelari dunia yang masih muda belia ini bisa menginspirasi generasi kita untuk mengikuti jejaknya," harapnya.
Sementara tujuan utama digelarnya Purbalingga Run 2019, menurutnya sebagai upaya mencari potensi dan bakat generasi muda di bidang olah raga lari.
"Lomba ini tujuannya untuk menjaring generasi muda yang memiliki hobi dan bakat olah raga lari. Dan kedepan masyarakat semakin mencintai olah raga dan bisa bisa menumbuhkan semangat untuk berperesrasi," ucapnya.
Sementara, Viola mengaku senang berada di Purbalingga. Perjalannya berwisata di Indonesia disamping bisa melihat keindahan di daerah-daerah, dirinya juga bisa bertemu atlet-atlet lari pada Purbalingga Run 2019.
Dia juga mengaku menyukai olah raga lari sejak masih duduk di Sekolah Dasar (2014). Setelah prestasinya  melejit, dia ingin keliling dunia memberikan semangat pada generasi muda dimanapun agar bisa membangun prestasi di bidang olah raga.
Menurut Ketua Seksi lomba, Marfu'ah Harianti, Purbalingga Run 2019 diikuti 500 peserta dari berbagai Kabupaten di dalam dan di luar Jawa Tengah.
"Ada 28 Kabupaten yang mengirimkan anak mudanya untuk mengikuti lomba ini," jelasnya.
Purbalingga Run 2019 dibagi 6 kategori, yakni Kategori umum putra putri, kategori SMA/SMK dan kategori anak-anak SD/MI. Sedang masing-masing pemenang diberikan hadiah berupa medali, piagam dan uang pembinaan. (*)