Jeratan Suap KONI Menpora Imam Nahrawi

Menpora Imam Nahrawi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi mengendus adanya penyelewengan dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, ke Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI.

Ketum KONI Minta Panitia Besar PON 2024 Segera Dibentuk

Pengadaan dana tersebut adalah untuk pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga pada ajang Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018. Dalam proposal itu, KONI mengajukan dana Rp51,52 miliar.

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat lima orang. Mereka adalah Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E. Awuy, Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen di Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Ketum KONI Pusat Bangga Merah Putih Berkibar di BATC 2022

Ending Fuad Hamidy dan Jhonny E Awuy telah divonis bersalah karena menyuap pejabat Kemenpora. Namun hukumannya masing-masing berbeda.

Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Rabu 18 September 2019

Peran Strategis Perwosi Dalam Membangun Prestasi Olahraga Indonesia

Yang terbaru, muncul nama Menpora Imam Nahrawi. KPK akhirnya menetapkan ia sebagai tersangka penerima suap dalam kasus tersebut. Dilansir dari VIVAnews, Rabu 18 September 2019, status sebagai tersangka itu diutarakan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata.

“Tersangka adalah IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan asistennya, MIU. Menggunakan dana melalui asistennya,” ujarnya.

Nama Nahrawi muncul pada catatan penerima suap hibah KONI, yang sidangnya dilakukan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Maret 2019 lalu. Jumlah dana yang digelapkan, disebut mencapai Rp1,5 miliar.

Olahraga surfing/selancar ombak

Grand Final Liga Surfing Indonesia 2022 Diikuti 197 Atlet

Tuntasnya Grand Final LSI 2022 menjadi kebanggaan. Pasalnya, Grand Final ini adalah liga selancar ombak (surfing) pertama yang mewakili klub pertama di Asia.

img_title
VIVA.co.id
15 Maret 2022