Mengobati Trauma Tsunami Lewat Triathlon Lintas Alam

Para peserta Rhino X Triathlon
Sumber :
  • Vox Populi Publicist

VIVA – Bencana tsunami Selat Sunda sudah hampir setahun berlalu. Proses rehabilitasi masih berjalan, di berbagai lokasi yang diterjang ombak ganas tsunami Selat Sunda, 22 Desember 2018 silam.

img_title Puan Dukung Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, Ingatkan Harus Bermanfaat

Tsunami Selat Sunda memang menyisakan trauma bagi sebagian pihak yang terkena dampaknya, terutama di kawasan Banten. Kawasan pesisir Banten terkena dampak besar dari bencana ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesisir Anyer jadi kawasan yang paling parah terkena dampak bencana ini. 90 persen kawasan Anyer, rusak parah akibat tsunami Selat Sunda.

img_title 1.730 Bencana Melanda Indonesia hingga September 2026, Terbanyak Karhutla dan Banjir

Bukan hanya Anyer, kawasan Tanjung Lesung juga rusak akibat bencana tersebut. Situs wisata yang tengah naik daun itu mengalami kerusakan yang cukup serius di beberapa titik.

10 bulan pasca-bencana, VIVAnews mendapat kesempatan mengunjungi kawasan Tanjung Lesung. Di sana, memang masih terlihat karang berserakan.

img_title BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Penanganan Bencana

Karang-karang itu terbawa arus saat bencana tsunami terjadi. Pun, penginapan di sekitar Tanjung Lesung masih dalam proses perbaikan. Salah satunya adalah Tanjung Lesung Beach Resort.

Menariknya, dalam hitungan bulan, proses rehabilitasi di kawasan Tanjung Lesung sudah membuahkan hasil. Terbilang cepat, dan sudah ada beberapa lokasi yang mulai kembali cantik.

Di tengah proses rehabilitasi, otoritas pengelola Tanjung Lesung juga berani mengambil keputusan untuk menggelar ajang Rhino X Triathlon dan Mountain Bike X Country.

Sebuah keberanian yang diambil oleh Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Banten, PT Banten West Java, dan otoritas lainnya. Sebab, dinilai dari infrastruktur, sebenarnya cukup berisiko menggelar ajang ini.

Banyak titik yang masih terlalu rawan dilewati oleh para peserta ajang ini. Namun, panitia bisa mengakalinya dengan baik. Seperti, mereka memodifikasi rute dengan tidak looping dan menambah jaraknya.

"Di awal, pasca-bencana, kami merasa pesimistis bisa menggelar ajang ini. Namun, dalam perkembangannya, muncul keyakinan dalam diri kami untuk menggelar acara ini," kata Managing Director PT Banten West Java, Rully Lasahido, kepada VIVAnews.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada pemikiran, event ini ditunda selama setahun. Tapi, untuk memulainya kembali, pasti berat. Akhirnya, kami memutuskan untuk tetap menggelar event ini," lanjut Rully.

Digelarnya Rhino X Triathlon hanya 10 bulan pasca-tsunami, sebenarnya cukup riskan. Masih banyak publik yang trauma dengan bencana tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut