Respons Berkelas Pelatih Thailand soal Penalti Kontroversial Kakang

Kakang Rudianto,, Timnas Indonesia U-23
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz

VIVA – Pelatih Timnas Thailand U-23, Thawatchai Damrong-Ongtrakul, memberikan tanggapannya terkait momen kontroversial saat adu penalti melawan Indonesia di semifinal Piala AFF U-23 2025.

img_title Respons Fortuna Sittard Usai Ole Romeny Dihukum KNVB

Dalam laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kakang Rudianto maju sebagai eksekutor kedua untuk Timnas Indonesia. Tendangannya sempat digagalkan oleh kiper Thailand, Sorawat Phosaman. Namun, wasit memutuskan untuk mengulang eksekusi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sorawat dinilai bergerak terlalu cepat meninggalkan garis gawang sebelum bola ditendang, yang merupakan pelanggaran dalam aturan adu penalti. Dalam kesempatan kedua, Kakang sukses menjalankan tugasnya dan menyamakan kedudukan.

img_title Dihajar Klub-klub Spanyol, Timnas Futsal Indonesia Hadapi Pekerjaan Berat Menuju Piala Dunia 2028

Menanggapi hal itu, Damrong-Ongtrakul menyerahkan semuanya kepada keputusan perangkat pertandingan.

"Itu adalah keputusan dari wasit. Semua wasit, baik wasit utama maupun hakim garis, sudah menjalankan tugasnya. Tapi bagi saya, kita harus menerima keputusan dari wasit," ujar pelatih berusia 51 tahun tersebut dalam sesi konferensi pers usai laga.

img_title Ole Romeny Kena Sanksi 3 Laga Usai Kartu Merah, Timnas Indonesia Bisa Ikut Kena Imbas

Secara keseluruhan, Damrong-Ongtrakul menilai duel antara Indonesia dan Thailand berlangsung ketat dan berkualitas.

"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia yang berhasil lolos ke babak final. Jika kita bicara soal pertandingan hari ini, itu adalah laga yang sangat bagus. Kedua tim bermain dengan sangat baik dan pertandingan berlangsung fair play," katanya.

Ia juga mengakui bahwa timnya tampil belum maksimal, terutama dalam hal penyelesaian akhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau melihat tim kami, memang masih ada beberapa kesalahan, tapi di sisi lain kami juga mampu menciptakan banyak peluang. Sayangnya, kami tidak bisa memanfaatkannya menjadi gol," lanjut mantan pemain andalan Thailand era 1990-an hingga awal 2000-an itu.

Meski gagal melaju ke final, peluang Thailand untuk pulang dengan hasil manis masih terbuka. Mereka dijadwalkan menghadapi Filipina dalam laga perebutan tempat ketiga pada Senin, 28 Juli 2025.

Kevin Diks

Reaksi Kevin Diks usai Antar Monchengladbach ke Putaran 2 DFB-Pokal

Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengukir momen bersejarah bersama Borussia Monchengladbach. Bukan sekadar tampil penuh dan membantu timnya menang telak, Diks dipercaya

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut