Bosan dengan Kehidupan Seks Liar, Atlet Ini Sadar dan Jadi Mualaf

Sonny Bill Williams
Sumber :
  • telegraph

VIVA – Sonny Bill Williams, adalah sosok populer dalam olahraga rugbi. Menariknya, sosok tinggi besar - tinggi 193 sentimeter ini juga menekuni empat olahraga lainnya.

Bukan di Timur Tengah, Ini Negara yang 100 Persen Penduduknya Adalah Muslim

Dalam kariernya, Sonny pernah meraih dua Piala Dunia rugby bersama Selandia Baru. Dia bermain rugby sevens di Olimpiade 2016. 

Dia memenangkan sejumlah trofi National Rugby League (NRL) di cabang liga rugby ; dan menjadi jawara pertandingan tinju kelas berat Selandia Baru.

Apriyani/Fadia dan Gregoria Mariska Lolos, 6 Pebulutangkis Indonesia Tembus Olimpiade 2024

Namun di tengah prestasinya yang gemilang, Sonny pernah masuk dalam gemerlapnya dunia hitam. Dia mengaku, sering melakukan seks bebas dan meminum alkohol. 

Akan tetapi, pada suatu titik, dia merasakan kehidupannya sangat membosakan. Kemudian dirinya merasa hampa lantaran kesehariannya yang begitu saja. 

Demi Tugas Negara, Atlet Sepakbola dan Bulutangkis Indonesia Rela Lebaran di Negeri Orang

Berbeda dengan dirinya saat itu, bergelimang harta namun tidak pernah merasakan kedamaian. Hingga akhirnya, Sonny mengaku islam telah  mengubah semua sifat liar dalam diri ini menjadi hal positif. 

"Dengar, saya dulu main perempuan. Saya minum alkohol, boros dan mengira saya adalah seseorang yang bukan diri saya," kata Sonny, dilansir BBC. 

"Saya menjalani kehidupan itu dan, menurut pengalaman tersebut, apa yang saya dapatkan? Lubang dan kehampaan dalam hati saya," ujarnya, menambahkan.

Diakuinya, sejak saat itu ia mencoba mencari tahu tentang agama islam. Dan setelah beberapa tahun, dia merasakan kedamaian dan milih menjadi mualaf.  

"Butuh beberapa tahun untuk berproses, tetapi saya menemukan Allah, saya menemukan Islam dan itu memungkinkan saya mengubah semua sifat liar dalam diri ini menjadi hal positif," ujarnya.

Lebih lanjut, Sonny bangga menjadi seorang muslim. Dia juga menyebut, bahwa tak ada perasaan lain selain "cinta yang tulus" dari rekan sesama atlet yang juga Muslim kepada dirinya.   

"Bagi saya, saya bangga menjadi Muslim - kejujuran yang terkandung di dalamnya, apa yang diperjuangkannya dan apa yang dapat diberikannya. Ketika saya melihat atlet (Muslim) lain di luar sana merasa bangga, wow itu adalah hal yang sangat indah." ucapnya.
 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya