Kontroversi Tantangan Duel MMA Lintas Gender

Petarung Ultimate Fighting Championship (UFC), Henry Cejudo
Sumber :
  • ESPN

VIVA – Kontroversi dimunculkan oleh juara kelas terbang dan bantam UFC, Henry Cejudo. Gerah dengan pernyataan publik dengan menyebutkan Valentina Shevchenko merupakan juara paling dominan mixed martial arts, Henry melontarkan isu untuk digelarnya duel lintas gender.

img_title Conor McGregor Berpeluang Comeback ke UFC pada 2027, Pelatih Buka Suara

Suara keras publik terkait status "Juara Sejati" yang diterima Valentina muncul usai UFC Uruguay. Dalam duel itu, Valentina kembali mempertahankan gelar dengan mengalahkan Liz Carmouche.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini adalah kali kedua Valentina mempertahankan gelar kelas terbang, usai merebutnya dari Joanna Jedrzejczyk di UFC 231, 9 Desember 2019.

img_title Swasembada Pangan Jadi Program Unggulan Terbaik Menurut Masyarakat

Hanya dengan catatan tersebut, Valentina sudah mendapatkan perhatian lebih dari publik.

Henry merasa gerah dengan apa yang diberikan publik kepadanya. Menurut petarung 32 tahun tersebut, sudah seharusnya publik bisa memberikan apresiasi dengan adil kepada para petarung UFC.

img_title Terbaru! Polisi Ungkap Langkah Berikutnya Usai Periksa Betrand Peto Selama 8 Jam, Bakal Gelar Perkara!

Petarung UFC, Valentina Shevchenko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, saya sedang menikmati Minggu yang indah di Las Vegas. Lalu, ponsel saya terus menampilan seseorang yang menyebutkan Valentina 'The Bullet' Shevchenko sebagai juara paling dominan di dunia," kata Henry dilansir BJPenn.

"Tebak apa? Saya merasa gerah. Anda tahu, dia dapat perhatian lebih dan saya mau! Valentina Shevchenko, saya punya pesan untukmu. Saya mengincar gelar sebagai juara di lintas gender untuk kali pertama. Saya menantangmu, Anda bisa menjadi korban serangan lutut 'Triple C'," lanjutnya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffery Hendrik

Indonesia dan India Punya Aturan Tak Biasa soal Saham, Ini yang Diungkap BEI

BEI mengungkap Indonesia dan India jadi dua negara di dunia yang membuka informasi kepemilikan saham kepada publik untuk pemegang saham dengan porsi di atas 1 persen.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut