Parah, BWF Masih Belum Mengaku Salah

VIVA Bulutangkis: Presiden BWF, Poul Erik Hoyer Larsen.
Sumber :
  • bt.dk

VIVA – Polemik All England 2021 belum selesai meski Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sudah meminta maaf. Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengatakan, BWF masih belum mengaku salah.

img_title Emas Pertama! Ini Link Live Streaming Final Bulutangkis Indonesia Vs China di Asian Games 2026

Okto menyatakan, rencana membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS) bertujuan sebagai bentuk tekanan pada BWF.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Okto, BWF memang sudah meminta maaf atas batalnya tim bulutangkis Indonesia tampil di All England. Namun, perlakuan BWF yang diskriminatif kepada atlet-atlet Indonesia harus dimintai tanggung jawab.

img_title Putri KW Menang Dramatis, Indonesia Dapat Poin Pertama dari Taiwan

"BWF masih belum ngaku kalau mereka salah. BWF kan sudah minta maaf? Kalau maaf-maafan nanti setelah lebaran kita bisa maaf-maafan," kata Okto dalam sebuah program televisi swasta, Rabu malam 24 Maret 2021.

"Tapi, kerugian kepada atlet kita itu harus ada yang tanggung jawab. BWF tidak bisa berlindung pada pemerintah Inggris. BWF harus kasih tahu apa salahnya," sambungnya.

img_title Sabar/Reza Tumbang, Wakil Indonesia Habis di China Masters 2026

Sementaara itu, Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna menegaskan, pihaknya mengapresiasi permintaan maaf dari BWF, namun persoalan substansinya harus diungkap.

"Harus ada kejelasan. Permintaan maaf itu kami apresiasi, langkah BWF untuk mereka meminta maaf Itu secara formal," ujar Agung.

Agung pun menjelaskan hal substansi yang perlu dijawab BWF, terutama soal proses tujuh orang wakil Denmark, Thailand dan India yang positif COVID-19, tiba-tiba negatif dalam 24 jam.

"Ada ada masalah substansinya itu harus dijelaskan. Tetap dibutuhkan kejelasan, secara umum di surat itu ada kesalahan dalam penyelenggaraan ini, apa? Agar tak terjadi ke depan," ucap Agung.

Begitu juga soal perlakuan terhadap atlet Indonesia yang diusir, jalan kaki dan tidak disediakan bus. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami tidak menyangka diperlakukan seperti ini, yang kami sayangkan perlakuan BWF ke Indonesia. Ada 7 positif bisa main, sementara atlet disuruh jalan kaki, dan diisolasi," tegasnya.


 

Jonatan Christie

Jonatan Christie Turun dari Puncak Dunia, Baru Sebulan Jadi Nomor 1

Jonatan Christie harus kehilangan posisi nomor satu dunia setelah hanya satu bulan menduduki takhta tunggal putra. Pebulutangkis Indonesia itu kini turun dua peringkat ke

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut