Greysia Polii/Apriyani Rahayu Digembleng sampai Menangis

Greysia/Apriyani raih emas Olimpiade Tokyo 2020
Sumber :
  • NOC Indonesia

VIVA – Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengukir sejarah di Olimpiade 2020. Mereka menjadi ganda putri Indonesia pertama yang meraih medali emas di ajang olahraga terbesar di dunia itu.

img_title Pesan Ketum PBSI Fadil Imran usai Indonesia Sabet 2 Emas Asian Games 2026: Jangan Merasa Sudah Baik

Greysia/Apriyani merah medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 usai mengalahkan pasangan China, Chen Qing Chen/Jia Yifan di partai final dengan skor 21-19 dan 21-15, Senin 2 Agustus 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberhasilan Greysia/Apriyani membawa angin segar untuk sektor ganda putri Indonesia. Pasalnya, nomor ini sejak awal Olimpiade 2020 kurang diunggulkan meraih emas ketimbang nomor ganda putra.

img_title Berstatus Juara Olimpiade tapi Gagal di Asian Games 2026, Ini Kata Veddriq Leonardo

Wajar saja, di nomor itu Indonesia mengirimkan dua wakil yang juga berada di peringkat teratas dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Tapi, Greysia/Apriyani menjawab keraguan itu. Mereka menjadi pelipur lara Indonesia di saat nomor yang diunggulkan gagal menjadi juara.

img_title Pengurangan Hadiah Olimpiade Sains Nasional SD-SMP, Abdul Mu'ti Buka Peluang Naikan di 2027

Greysia/Apriyani tampil konsisten dan ganas. Pasangan peringkat tiga dunia pun mereka libas hanya dalam dua gim.

Keberhasilan Greysia/Apriyani meraih medali emas tak lepas dari perjuangan keras yang mereka jalani. Pelatih PB Jaya Raya, Bambang Supriyanto menceritakan perjuangan luar biasa mantan anak didiknya itu.

Bambang Supriyanto mengatakan, Greysia/Apriyani dilatih keras baik teknik maupun kondisi fisik. Bahkan, kerasnya latihan sampai membuat pasangan yang kini berperingkat enam dunia itu menangis.

"Perjuangan mereka dulu memang luar biasa. Sampai nangis-nangis di lapangan latihan dan itu sudah biasa. Karena itu memang harus dijalani," kata Bambang dalam bincang virtual, Selasa 3 Agustus 2021.

"Mereka tidak memiliki role model untuk menjadi juara. Jadi itu memang harus dilakukan untuk terus meningkatkan kemampuan fisik maupun teknik untuk bersiang dengan pemain dari negara lain terutama China, saat itu," sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang mengaku terkesan dengan perkembangan pesat Greysia/Apriyani. Di segala aspek, baik ketahanan fisik dan ketenangan serta power, Greysia/Apriyani sangat mengagumkan.

“Power Apriyani sangat ditakuti lawan. Sedangkan Greysia itu punya defense bagus. Jadi, mereka memang sangat cocok menjadi partner," jelasnya.

Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed

Sukses Tumbangkan China di Laga Penentuan, Ubed Kini Memburu Tiket Olimpiade 2028

Mohammad Zaki Ubaidillah atau Ubed mulai membidik Olimpiade Los Angeles 2028 setelah menunjukkan mental kuat saat menjadi penentu kemenangan Indonesia atas China pada fin

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut