Jonathan/Adrian Pratama Juara Ganda Putra U-19

Jonatan Farrell Gosal/Adrian Pratama
Sumber :
  • Istimewa

Tunggal putri U-15 unggulan dua Raisya Affatunisa menang 21-16, 21-18 atas pemain Thailand, Phattarin Aiamvareeseisakul. Kemudian tunggal putra U-15 Lucas Lee dari Malaysia, menang atas unggulan tiga Thailand, 21-10, 21-19. Diikuti ganda putri U-15 asal Thailand,
Phattarin Aiamvareeseisakul/Palitapat Hiran-Akkharawong mengalahkan Mellynda Octavya/Nadhifa Nur Zahra 18-21, 21-16, 21-18. Ganda putra U-15 Hazel Prasetyo/Faza Ramdhan menundukkan duet Thailand unggulan teratas Woranan Saengvanich/Lucas Wedler 10-21, 21-17, 21-11.

img_title BNI dan Perjalanan Panjang Melahirkan Juara Bulutangkis Indonesia

Dari kategori U-17, ganda campuran Alexius Subagio/Riska Anggraini mengalahkan Kenzie Yoe/Rasi Munajad 23-21, 21-12. Tunggal putra Richie Richardo mengalahkan Denis Azzarya 21-18, 21-12. Ganda putra Yugo Gunawan/Kenzie Yoe mengalahkan Muhamad Rizkillah/Christian Sanjaya 21-18, 21-19. Tunggal putri Shaafiya Maitsaa harus mengeluarkan ekstra stamina mengandaskan Jolin Angelina 12-21, 21-10, 21-15. Ganda putri Rasi Munajad/Angelita Yusuf menang atas Riska Anggraini/Salsabila Aulia 21-17, 21-16.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muncul Pemain Muda

img_title Menumbuhkan Kecintaan Bulutangkis Sejak Dini di Kota Solo

Sementara itu legenda bulutangkis Indonesia Rudy Hartono menilai, turnamen seperti Yonex Sunrise Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2023 merupakan suatu kompetisi yang selalu digelar di seluruh dunia. Ajang ini bisa menjadi semacam ukuran atau barometer pembinaan pemain junior.

"Kejuaraan Yonex Sunrise Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2023 sangat penting bagi dunia bulutangkis Indonesia. Dari turnamen seperti ini akan bermunculan pemain muda masa depan untuk dipersiapkan sebagai juara baru di kancah bulutangkis," ujar Rudy.

img_title BNI Apresiasi Pembinaan PBSI Bikin Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026

Lebih jauh Rudy yang juga Ketua PB Jaya Raya ini mengatakan, dalam sebuah pertandingan ada yang menang dan kalah. Mungkin tahun ini bisa menuai juara dan sebaliknya di tahun berikut tidak. Apalagi dalam konteks pembinaan klub dimana terdapat keterbatasan-keterbatasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seorang pemain belum tentu bisa juara terus, belum lagi bila pemain itu dibina oleh klub. Pembinaan tidak bisa secara instan. Jadi, melalui turnamen seperti ini seorang pemain diuji kemampuannya. Bila tidak juara tahun ini mungkin ada kesempatan di tahun depan," ungkap Rudy.

Sementara itu Ketua Panpel Yonex Sunrise Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2023, Aris Siswoko mengaku puas perhelatan ini berjalan lancar mengingat pekerjaan yang sudah dipersiapkan selama tujuh bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut