- U-Report
VIVA – Hidup ibarat roda yang berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Pepatah ini ternyata juga berlaku di dunia teknologi, khususnya komputer. Kali ini korbannya adalah Nvidia. Salah satu pelaku utama di industri komputer tersebut kini sedang mengalami masa-masa sulit.
Masih teringat dalam benak kita pada tahun 2005-2006 produk-produk buatan produsen asal Santa Clara, California tersebut merupakan produk unggul di pasar. Kala itu, di bidang chipset untuk motherboard, nForce buatan Nvidia merupakan raja di kelas performa. Chipset nForce 680i bahkan pernah disebut sebagai chipset terbaik untuk platform Intel berbasis prosesor Core 2. Performanya tinggi. Kemampuan overclock-nya juga lebih baik dibanding chipset buatan Intel sendiri.
Demikian pula di bidang chip grafis. Beberapa tahun terakhir, VGA yang menggunakan chip GeForce merupakan barang laris di pasaran.  Semua karena GeForce dikenal memiliki kinerja lebih baik  untuk game dibanding ATI Radeon. Nvidia juga berhasil meyakinkan sejumlah produsen game agar membuat game buatannya tampil optimal sewaktu dimainkan dengan VGA seri GeForce.
Kini kondisinya berbalik. Nvidia terancam terkucilkan di bidang chipset motherboard dan solusi grafis buatan mereka sedang mengalami masalah di sana sini.
Chipset Nvidia
Di bidang chipset, nasib Nvidia terancam oleh Intel. Pasalnya, mereka ngambek kepada Nvidia yang tidak bersedia memberikan kemampuan SLI untuk produk buatannya. Platform PC yang memiliki fitur SLI hanya dimungkinkan jika chipset yang digunakan adalah buatan Nvidia.
Akibatnya, produsen utama prosesor itu mengancam tidak akan memberikan ijin kepada Nvidia untuk membuat chipset bagi prosesor Intel yang akan datang.
Kalau sampai hal tersebut terjadi, pilihan yang tersedia untuk Nvidia hanyalah membuat chipset untuk prosesor AMD saja. Tapi itupun bukan jalan keluar yang baik. Di bidang chipset untuk sistem AMD, Nvidia juga tidak bisa begitu saja menguasai pasar karena AMD sendiri sudah memiliki juga divisi untuk chipset sendiri. Setelah mereka mengakuisisi ATI tahun 2006.
Chipset buatan Nvidia yang saat ini beredarpun sedang terhantam masalah. Terutama di sisi panas yang berlebih ketika bekerja. Keputusan mereka untuk menanamkan solusi grafis di chipset yang mereka luncurkan membuat chip northbridge dari Nvidia semakin tinggi suhunya. Alih-alih merebut hati pengguna karena chipset mereka sudah dilengkapi GeForce terintegrasi, pengguna yang akan membeli mungkin akan berpikir duakali. Pasalnya, untuk mengatasi panas itu sendiri bisa membutuhkan biaya ekstra. Padahal, sebagian besar pengguna yang mencari solusi grafis terintegrasi biasanya adalah pengguna yang berduit sedikit.