Mohammad Hatta

Mohammad Hatta
Sumber :
  • s88884372.onlinehome.us

Pemerintahan Indonesia pun dipindah ke Jogjakarta. Ada 2 kali perundingan dengan Belanda hingga terciptalah perjanjian Linggarjati dan perjanjian Revile. Namun, keduanya gagal terlaksana karena pengkhianatan Belanda.

img_title Terpopuler: Vario Evo vs Aerox, Motor Listrik Chery, dan Adu SUV Hybrid Mewah

Pada Juli 1947, Hatta menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi untuk meminta bantuan. Akhirnya permasalahan Indonesia pun terseret ke meja PBB. Hingga selanjutnya pada 27 Desember 1949 Ratu Juliana memberikan pengakuan atas Kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain mengurusi pemerintahan Indoensia, Hatta juga tetap aktif dalam tulis-menulis. Selain itu, ia juga membimbing gerakan koperasi hingga tanggal 12 Juli 1951. Hatta berpidato di radio mengenai hari koperasi. Selang lima hari kemudian dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

img_title Inara Rusli Pengin Isbat Nikah, Insanul Fahmi: Enggak Tahu!

Dalam dunia pendidikan, ia sempat menjadi Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961 dan Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959).

Pada 1956, beberapa kali Hatta mengirim surat ke DPR karena ingin mengundurkan diri sebagai wakil presiden. Karena menurutnya, jika parlementer telah terbentuk kepala negara hanyalah simbol sedangakan wakil sudah tidak diperlukan lagi. Namun, DPR selalu menolaknya. Hingga pada November 1956 ia mengirim surat lagi ke DPR yang berisi kalau pada tanggal 1 Desember 1956 Ia ingin berhenti sebagai Wakil Presiden. Akhirnya DPR menyetujuinya tanggal 30 November 1956. Sebelum mundur, dia mendapatkan gelar doctor honouris causa dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

img_title Saat MSCI Ancam Downgrade Bursa RI, Dasco: Kita Tentukan Rating Sendiri

Setelah pensiun sebagai Wakil Presiden, Bung Hatta dan kelurganya pindah rumah dari Jalan Merdeka Selatan 13 ke Jalan Diponegoro 57. Kesibukannya kala itu tentu saja tetap menulis. Ia pun sempat diundang pemerintah RRC pada tahun 1957 karena dianggap sebagai “A Great Son of His Country.”

Ketika Soekarno sedang ada di puncak pemerintahannya tahun 1963, Hatta pun jatuh sakit. Ia harus dirawat di Swedia karena perlengkapan medis di Indonesia kurang memadai. Pada tahun 1965, Hatta harus menjadi bulan-bulanan serangan PKI. Meski untungnya, Bung Hatta selamat dari serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lima tahun kemudian, melalui Keppres No. 12/1970 telah dibentuk Komisi Empat yang bertugas mengusut masalah korupsi. Bung Hatta diminta untuk menjadi penasehat presiden dalam menangani masalah tersebut.

Pada 15 Agustus 1972, Hatta mendapat anugerah Bintang Republik Indonesia Kelas I dari Pemerintah Republik Indonesia. Ia juga diangkat sebagai warga utama ibukota dengan berbagai fasiltias.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut