Mohammad Hatta
- s88884372.onlinehome.us
Pada tahun 1942, pria bedarah Minang ini pun dipindahkan ke Sukabumi, selang sebulan kemudian Belanda menyerah kepada Jepang. Baru setelah itu, Ia dibawa ke Jakarta.
Di Jakarta, Hatta bertemu dengan Mayor Jenderal Harada yang menawarkan kerja sama dengannya. Jika Hatta mau, Ia akan mendapat posisi penting. Namun, Hatta menolak dan memilih jadi penasehat dan berkantor di Pegangsaan Timur. Jepang berharap Hatta mampu memberikan nasehat yang menguntungkan bagi mereka. Namun, Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia.
Pada awal Agustus 1945, BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) berganti nama menjad PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan Soekarno sebagai ketua dan Hatta sebagai wakilnya. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Dalat Vietnam.
Terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda sehingga terjadilah peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok oleh para pemuda PETA di antaranya Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh untuk dibujuk segera memproklamasikan kemerdekaan karena saat itu sedang terjadi kevakuman pemerintah akibat Hiroshima-Nagasaki dibom oleh sekutu. Soekarno berpendapat kalau lebih baik menunggu kemerdekaan yang katanya akan diberikan Jepang. Namun, golongan muda menyarankan segera mengiklarkan kemerdekaan secepat mungkin.
Setelah sepakat kalau proklamasi kemerdekaan harus dilaksanakan secepatnya, mereka pun menuju rumah Laksamana Maeda. Mereka merumuskan teks proklamasi kemerdekaan yang ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta.
Tepat tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta membacakan teks proklamasi tepat pukul 10.00 di kediaman Soekarno. Pada awalnya pembacaan teks proklamasi akan dilaksanakan di Lapangan IKADA (sekarang Monas). Namun, karena sudah tersiar kabar di tempat itu aka nada acara keesokan harinya maka sudah ada tentara-tentara Jepang berjaga-jaga. Akhirnya, teks proklamasi dibacakan di kediaman Soeakrno.
Keesokan harinya Hatta dalam usia 43 tahun resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia mendampingi Soekarno.
Selang beberapa bulan tepatnya 18 November 1945, Hatta menikah dengan Rahmi Rachim. Mereka dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.
Tentunya kemerdekaan yang telah diperjuangan sebelumnya tidak langsung berbuah manis. Tersiarnya kabar kalau Indonesia telah merdeka ke Belanda membuat Belanda ingin kembali menjajah Indonesia.