Apa Itu Kitab Fathul Izar? Ini Penjelasan Kitab Tentang Seks

Ilustrasi pasangan
Sumber :
  • pixabay/chermitove

VIVA – Kitab Fathul Izar adalah sebuah kitab yang berisi tentang pendidikan seks dan anjuran menikah yang lazim diajarkan di pondok pesantren tradisional. Kitab Fathul Izar merupakan karya dari ulama Nusantara KH Abdullah Fauzi Pasuruan.

img_title Said Abdullah sebut MSCI Bukan Lembaga Agama: Pengurusnya Bukan Nabi!

Nama lengkap kitab tersebut yaitu Fathul Izar Fi Kaysfil Asror li awqaatil Hirts Wa Khilqatil Abkar yang artinya Pembuka Sarung di dalam Masalah Seputar Waktu Terbaik Menanam Benih Dan Bentuk Keperawanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kitab ini berisikan panduan mengenai pendidikan seks, tata aturan, adab berhubungan, posisi kenikmatan dan larangan, serta hari atau malam-malam yang diperbolehkan untuk berhubungan seks dan dianjurkan oleh agama.

img_title Agama Shandy Aulia: Ayah Islam dan Ibu Kristen, Tapi Akhirnya Tegas Pilih Keyakinan

Sebagaimana kita-kitab sejenisnya, penulis itu menulis pendahuluan dengan ulasan mengenai kesunahan menikah berdasarkan tuntutan Al-Quran dan hadits. Lalu menjelaskan mengenai sebab turunnya surat Al-Baqarah ayat 223.

“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman” (Qs. Al-Baqarah ayat 223).

img_title Sarwendah Bebaskan Anak-anaknya Pilih Agama Sendiri Ketika Dewasa

Penulis menjelaskan bahwa sebab turunnya ayat ini yaitu perkataan orang-orang beriman kepada tetangga mereka yang beragama yahudi di kota Madinah.

“Sungguh kami menggauli istri-istri dengan berbagai gaya mulai dari berdiri, duduk, hingga telentang dan kami juga mendatangi istri-istri kami terkadang dari depan terkadang dari belakang”. Maka, para pemeluk agama Yahudi pun mengolok-olok mereka. 

“Sungguh kalian berhubungan seks layaknya hewan berbeda dengan kami yang hanya melakukan hubungan seks dengan satu gaya saja karena kitab suci taurat telah berpesan bahwa melakukan hubungan seks selain dengan posisi telentang adalah kotor dihadapan Allah”. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak lama setelah itu, turunlah ayat tersebut sebagai penegasan bahwa orang-orang beriman diperbolehkan menggunakan berbagai gaya apapun dalam berhubungan seks asalkan tidak memasukkan zakar pada lubang dubur. 

Melansir dari jabar.nu.or.id, menurut para ulama ada malam-malam tertentu yang baik untuk berhubungan seks dan ada malam-malam yang harus dihindari. Malam tersebut diantaranya:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut