Irjen Krishna Murti Buka Suara soal Kasus Jessica Wongso dan Autopsi Mirna
- Instagram @krishnamurti_bd91
Jakarta – Irjen Krishna Murti akhirnya buka suara soal kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin oleh Jessica Wongso karena kopi sianida yang belakangan kembali ramai menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.
Pasalnya, Krishna Murti menjadi polisi yang menangani kasus tersebut pada saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di tahun 2016 silam.
Irjen Krishna Murti bicara soal kasus Jessica Wongso di Instagram
- Instagram @krishnamurti_bd91
Jenderal polisi bintang dua tersebut membantah terkait dengan tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah Mirna Salihin seperti yang disebutkan dalam film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso yang kini membuat publik merasa janggal dengan kasus tersebut.
“Siapa bilang tidak ada otopsi? Hasil otopsi disebut VER dan selanjutnya dikuatkan oleh ahli kedokteran forensik resmi. Bahwa pihak sana menghadirkan ahli forensik tandingan itu adalah sah2 saja,” ungkap Krishna Murti yang dikutip dari akun Instagramnya pada Minggu, 8 Oktober 2023.
Brigjen Krishna Murti
- VIVA
Menurut Krisha, pihak yang banyak bicara dalam kasus tersebut di dalam film dokumenter bukan dokter yang melakukan pembedahan terhadap jenazah korban. Meski saksi ahli yang dihadirkan adalah hak kuasa hukum terdakwa, namun hal itu bukan berarti pihak pengacara bisa mendelegitimasi kinerja para penegak hukum dari penyidik hingga Hakim Agung secara bebas.
“Dan yg banyak biacara di media bukanlah dokter yg melakukan pembedahan. Upaya apapun yg dilakukan pengacara dalam sistem peradilan pidana itu adalah hak yg sah, tdk berarti pengacara bisa secara bebas mendelegitimasi kinerja para penegak hukum dari penyidik, JPU, hakim, hakim agung dst yang mengatakan tdk ada otopsi,” sambungnya.
Krishna Murti juga menyinggung pengacara terdakwa agar tidak menggunakan arena lain untuk menjaga kredibilitasnya jika memang belum bisa menang dalam sistem peradilan pidana.
“Pengacara adalah orang hebat, orang pintar, namun kalau arena sistem peradilan pidana anda belum mampu sepenuhnya bisa menang sesuai harapan, jangan gunakan arena lain yg tujuannya untuk menjaga kredibilitas anda sbg pengacara,” terangnya.
Sejak kasus Jessica Wongso kembali viral dan membuat publik banyak membicarakannya serta merasa janggal, pihaknya diketahui memilih untuk diam. Namun, karena banyak omongan yang dirasa sudah tidak benar dan menggiring opini publik, maka dari itu sang polisi akhirnya memutuskan untuk buka suara.