Wafat di Usia 69 Tahun, Ini Profil Lengkap Rizal Ramli

Rizal Ramli (kanan)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA – Kabar duka menghampiri Tanah Air. Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli meninggal dunia di usianya yang ke-69 tahun pada hari ini, Selasa 2 Januari 2024. Rizal Ramli wafat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

img_title Survei IPO: Elektabilitas PAN Melejit Jadi 5,8%, Zulhas Masuk 3 Besar Menteri dengan Penilaian Kerja Terbaik

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang, bapak/kakek/mertua kami, Rizal Ramli pada tanggal 2 Januari 2024 pukul 19.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo," sebagaimana isi pesan yang diterima VIVA.co.id.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami segenap keluarga memohon maaf jika ada kesalahan beliau selama hidupnya," lanjut pesan tersebut.

img_title Survei Voxpol Ungkap 63,3 Persen Publik Nilai Prabowo-Gibran Mampu Jalankan Pemerintahan

Prof. Dr. Ir. H. Rizal Ramli, MA lahir 10 Desember 1954. Beliau dikenal sebagai satu di antara tokoh pergerakan mahasiswa Indonesia era 1977/78, pakar ekonomi dan tokoh perubahan Indonesia. 

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menggantikan Indroyono Soesilo sejak 12 Agustus 2015.

img_title Ngaku Keluar Uang Puluhan Miliar Soal Lahan, Hercules Murka ke Menteri Ara: Kau Sadar Diri, Jangan Pakai Otak Nakal

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Tokoh nasional Rizal Ramli.

Photo :
  • Istimewa.

Profil Rizal Ramli

Rizal Ramli menamatkan sekolah dasar hingga SMA di kota Bogor, Jawa Barat. Sewaktu menjadi mahasiswa jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) ia pernah didaulat menjadi Presiden Student English Forum (SEF) ITB, lalu sebagai Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) ITB dari tahun 1976 hingga 1977. 

Pada tahun 1978 ia dipenjara oleh rezim Orde Baru karena kritik-kritiknya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahan Soeharto. Pengagum Einstein yang sempat mengenyam pendidikan di ITB ini, mendapatkan gelar doktor ekonomi dari Universitas Boston pada tahun 1990.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekembalinya dari Amerika Serikat setelah menyelesaikan pendidikan doktor ekonominya, Ramli bersama beberapa orang ekonom lain seperti Laksamana Sukardi, Arif Arryman, dan M.S. Zulkarnaen mendirikan ECONIT Advisory Group. 

Ketika masih aktif sebagai Managing Director Econit, Rizal Ramli dan rekan-rekannya di lembaga think-tank ekonomi independen ini sering mengkritisi kebijakan ekonomi pemerintah Orde Baru. Misalnya saja kritik terhadap kebijakan Mobil Nasional, Pupuk Urea, Pertambangan Freeport, dan sebagainya. Bersama dengan beberapa koleganya Rizal mendirikan Komite Bangkit Indonesia (KBI) dan sekaligus menjabat sebagai ketuanya.
 
Rizal pernah ditawari oleh Soeharto untuk menjadi menteri di Kabinet Pembangunan VII serta pernah ditawari oleh Gus Dur untuk menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan serta Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, namun semuanya ditolaknya. Barulah ketika Gus Dur memintanya menjadi Kepala Badan Urusan Logistik, ia menerima.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut