Buya Yahya Imbau Masyarakat Sikapi Hasil Pemilu dengan Ini

Penceramah Buya Yahya.
Sumber :
  • Istiewa

Jakarta – Ulama KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya belum lama ini menyatakan bahwa jika terjadi kecurangan dalam Pemilu 2024 dengan memanipulasi angka suara, maka pelakunya telah melakukan dusta.

img_title Tradisi Medali Berlanjut, tvOne Raih Perunggu di KBAM 2026 Zona Barat

Meskipun tujuannya mungkin ingin memenangkan kandidat yang dianggap terbaik dan jujur, tetapi menggunakan cara yang tidak benar tetap dianggap sebagai kebohongan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau dengan cara berdusta, Anda berbohong, berdusta merubah angka, berarti bukan karena Allah membelanya, ada sesuatu. Orang-orang seperti itu tidak akan bisa menjadi pembela pemimpin yang benar biar pun pemimpinnya benar,” Ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV.

img_title Buya Yahya Luruskan Kesalahpahaman Sedekah Subuh, Jangan Sampai Menunda Bantuan untuk Orang yang Membutuhkan

Buya Yahya

Photo :
  • Instagram @buyayahya_albahjah

Kemudian, Dalam menyikapi dugaan kecurangan Pemilu 2024, Buya Yahya mengimbau umat membebaskan diri bahwa tidak senang dengan kebohongan itu. Kalau senang dengan kebohongan, maka bukan karena Allah lagi dalam memilih seorang pemimpin.

img_title China-Pakistan Bangun Koridor Informasi, Mengapa Kesepakatan Ini Picu Kekhawatiran?

“Kalau Anda menganggap itu ada sebuah kebohongan, sudah terlanjur Anda dukung sebelumnya, maka Anda harus ingkar dengan kebohongan itu bahwa itu tidak benar,” imbuhnya.

Buya Yahya mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Kisah orang beriman sangat panjang, bukan hanya saat menjabat seorang pemimpin lalu selesai.

Segala tindak kecurangan dan kebohongan yang dilakukan pasti akan ditanya di alam barzakh dan diminta pertanggungjawabannya di akhirat.

Buya Yahya berpesan agar umat menata hati, tidak berdusta, dan tidak tepuk tangan dengan kesalahan. Kalau ternyata pemimpin yang dipilihnya berdusta, maka harus ingkar.

Pengingkaran terhadap pemimpin yang curang dalam proses pemilihannya dilakukan dengan bersama-sama meluruskannya.

Buya Yahya.

Photo :
  • YouTube

“Kecurangan yang selama ini dimuat di media, misalnya, tidak boleh menjadikan sebab kita bermusuhan, caci maki. Sebab banyak di antara pendukung 01, 02, 03 mereka tulus sesuai dengan pengetahuannya. Kalau ada pemain salah satu yang gak benar, itu pemainnya (oknum),” tutur Buya Yahya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buya Yahya berharap pasca-Pemilu 2024 umat kembali damai, tidak memperpanjang permusuhan gara-gara jagoannya kalah dalam pesta demokrasi.

Ia berpesan, jika benar terjadi kecurangan, pihak yang memiliki kemampuan untuk mengantisipasi bekerjalah dengan baik. Jangan membuat kecurangan palsu dengan menuduh orang lain curang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mochammad Afifuddin

Ketua KPU Pastikan Proses Verifikasi Pemilu Berjalan Sesuai Ketentuan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mochammad Afifuddin memastikan lembaganya telah menjalankan seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu sesuai aturan yang berlaku.

img_title
VIVA.co.id
7 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut