7 Tokoh Yahudi Ini Ternyata Bela Palestina Ketimbang Israel

Pemimpin agama Yahudi Iran, Rabbi Younes Hamami Lalehzar.
Sumber :
  • Istimewa.

Jakarta – Israel, sebuah negara yang identik dengan agama Yahudi, tidak secara universal mendapat dukungan dari seluruh komunitas Yahudi terkait dengan kebijakan penindasan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina.

Megawati: Sekarang Hukum yang Berkeadilan melawan Hukum yang Dimanipulasi

Beberapa tokoh Yahudi di seluruh dunia justru memberikan pembelaan terhadap Palestina dalam perjuangannya melawan penindasan yang dilakukan oleh Israel selama beberapa dekade.

Yang menarik, beberapa dari tokoh-tokoh ini berasal dari Israel sendiri. Berikut adalah 7 Tokoh Yahudi Dunia yang Mendukung Palestina Melawan Israel:

AS Ketar-ketir Sama Rusia

Umat Yahudi bela Palestina

Photo :
  • Twitter

1. Noam Chomsky

121 Kelompok HAM Desak Joe Biden Hormati Keputusan ICC soal Surat Penangkapan Netanyahu

Sebagai seorang profesor linguistik dan aktivis politik terkenal dari Amerika Serikat (AS), Chomsky dilahirkan dari keluarga imigran Yahudi Ashkenazi di Philadelphia, Pennsylvania. Ia secara konsisten mengkritik kebijakan Israel serta mendorong solusi dua negara.

Chomsky telah menulis banyak buku dan artikel tentang konflik Israel-Palestina dan kerap berbicara di hadapan publik untuk mendukung hak-hak Palestina.

2. Norman Finkelstein

Finkelstein adalah seorang profesor ilmu politik terkemuka dari AS dan merupakan anak dari keluarga Yahudi yang merupakan korban selamat Holocaust. Ia dikenal sebagai kritikus yang vokal terhadap Zionisme dan kebijakan Israel.

Finkelstein telah menulis beberapa buku kontroversial mengenai topik tersebut, termasuk "The Holocaust Industry" dan "Beyond Chutzpah".

3. Ilan Pappé

Bintang Kuning, yang dipaksakan menjadi identitas Yahudi di masa Perang Dunia II.

Photo :
  • Haaret.com

Seorang sejarawan Israel, Pappé adalah salah satu pendiri gerakan "New Historians" Israel yang menentang narasi tradisional Zionis mengenai konflik Israel-Palestina. Ia telah menulis beberapa buku penting tentang sejarah Israel-Palestina, termasuk "The Ethnic Cleansing of Palestine".

4. Judith Butler

Dia adalah filsuf dan aktivis terkenal Amerika Serikat (AS). Butler juga merupakan keturunan dari keluarga Yahudi yang selamat dari Holocaust. Namun dia tidak sejalan dengan kebijakan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Dia telah menulis banyak tentang isu-isu keadilan sosial, termasuk konflik Israel-Palestina. Dia juga menjadi salah satu pendiri gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap Israel.

5. Alice Walker

Dia Seorang penulis dan aktivis pemenang Pulitzer Prize asal Amerika Serikat (AS). Walker dikenal sebagai keturunan budak Afrika-Amerika dan Yahudi.

Dia tercatat sebagai pendukung kuat rakyat Palestina. Dia telah menulis banyak artikel dan puisi tentang konflik Israel-Palestina, dan dia telah berbicara di depan umum untuk mendukung hak-hak Palestina

6. Miko Peled

Dia adalah mantan tentara Israel. Peled, yang merupakan anak jenderal salah satu pendiri Israel, sekarang menjadi aktivis perdamaian dan kritikus vokal kebijakan Zionis Israel.

Dia telah menulis buku "The General's Son: Journey of an Israeli in Palestine" dan sering berbicara di depan umum tentang pengalamannya di militer Israel. Dia beberapa kali menyuarakan dukungannya terhadap rakyat Palestina dalam melawan penidasan rezim Zionis Israel.

7. Rabbi David Weiss

Dia adalah rabi atau pemimpin komunitas Yahudi di Amerika. Weiss adalah salah satu pendiri gerakan "Jewish Voice for Peace". Dia telah berbicara menentang pendudukan Israel di Palestina dan menyerukan solusi dua negara.

Weiss menolak klaim rezim Zionis Israel mendirikan negara di tanah Palestina atas nama Yahudi. Menurutnya, orang Yahudi tidak diperbolehkan oleh Tuhan untuk mendirikan negara, terlebih dengan cara kekerasan.

Pabrik mobil listrik Xiaomi

Pajaknya Naik Tapi Mobil Listrik China Tetap Dilirik Anak Muda Amerika

Pemerintah Amerika Serikat menaikkan pajak mobil listrik China yang berkeliaran di negaranya, sehingga harganya menjadi lebih mahal. Meski begitu masih banyak anak muda y

img_title
VIVA.co.id
27 Mei 2024