FOKUS: Ciamis Berdarah

Ilustrasi Pembunuhan
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Viral di media sosial warga Ciamis, Jawa Barat, dibuat geger adanya kasus mutilasi yang dilakukan seorang suami kepada istrinya, Jumat 3 Mei 2024. Kasus ini pun menarik perhatian publik sepanjang pekan ini.

img_title Kesaksian Korban TPKS Eks Rektor UNUGO Saat Pemeriksaan Psikolog Bikin Geger: Saya Diperlakukan Seperti Pelaku

Mencuatnya kasus ini salah satunya diposting akun Instagram @net2netnews2002. Akun itu menyebut peristiwa terjadi di Dusun Sindangjaya, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Ketua RT 8 Yoyo Tarya mengaku ditawari daging hasil mutilasi korban. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yoyo Tarya menyebut dirinya pun ditawari daging yang diduga daging hasil mutilasi korban," demikian seperti dikutip dari akun tersebut pada Jumat, 3 Mei 2024.

img_title Teknologi Diprediksi Jadi Penentu Masa Depan Industri Tanah Air

Terkait hal ini, polisi pun angkat bicara. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast menyebut pelaku berinisial TBD (50) dan istrinya Y (44). 

"Jadi pada Jumat, 3 Mei 2024, diduga telah terjadi tindak pidana pembunuhan dengan mutilasi, sekitar pukul 07.30 di Dusun Sindangjaya, Rancah, Ciamis. Korban atas nama Yanti (44) pekerjaan ibu rumah tangga. Pelaku diduga berinisial TBD (50)," kata Jules. 

img_title Purbaya Ungkap Cicilan Utang Whoosh Rp1 Triliun dengan Tenor 80 Tahun

Dia mengatakan, pelaku diduga memutilasi korban dengan pisau. Katanya, pelaku telah diamankan Tim Penyidik Polsek Rancah. Pelaku diketahui sempat mengumpulkan potongan tubuh korban di depan salah satu rumah warga.

Tarsum, Tersangka kasus pembunuhan mutilasi di Ciamis diamankan Polisi

Photo :
  • ANTARA/Adeng Bustomi

"Setelah dilakukan mutilasi di jasad korban ini dikumpulkan di depan salah satu rumah warga. Dijadikan satu di situ sama pelaku," kata Kapolres Ciamis, Ajun Komisaris Besar Polisi Akmal.

Kejiwaan dari pelaku yang memutilasi istrinya sendiri kini diperiksa. Untuk sementara, yang bersangkutan diamankan dalam sel khusus. AKBP Akmal mengungkapkan, hal itu dilakukan karena dikhawatirkan Tarsum bakal membahayakan tahanan lain. 

"Sementara kita sudah amankan di sel khusus untuk penanganan, karena ini kan masih seperti orang mengalami gangguan jiwa," ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasar keterangan pihak keluarga dan warga, pelaku memang sempat menjalani perawatan kejiwaan di Puskesmas. Hal itu, kata dia, diduga karena yang bersangkutan mengalami depresi. Pihak Puskesmas pun sudah mengingatkan keluarganya untuk selalu melapor perkembangan kesehatan pelaku. 

Polisi menyebut kondisi pelaku masih belum stabil. Pelaku pun belum bisa dimintai keterangan. AKBP Akmal, mengatakan, pelaku masih berubah-ubah dalam menyampaikan keterangan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut